CONNECT WITH US
  • Karolin: OMK harus Menjadi Garda Terdepan

    Bagikan:
    Ngabang (Suara Landak) - Bupati Landak, dr. Karolin Margret Natasa mengatakan Orang Muda Katolik harus menjadi garda terdepan dalam meningkatkan ketahanan budaya dan kepribadian bangsa, hal ini disampaikannya saat membuka kegiatan Temu Orang Muda Katolik (TOMK) ke-VI se- Paroki Salib Suci Ngabang di Wilayah Pal 20 Ngabang, Kamis (29/6).

    “OMK harus menjadi garda terdepan dalam meningkatkan ketahanan budaya dan kepribadian bangsa, cepatnya perkembangan dan kemajuan teknologi komunikasi serta derasnya arus globalisasi saat ini hendaknya dijadikan kekuatan guna meningkatkan semangat nasionalisme serta menjadi pendorong dalam mempersiapkan diri agar menjadi seorang yang profesional”, jelas karolin.

    Menurut orang nomor satu di Kabupaten Landak ini, generasi muda khususnya orang muda katolik sedang menghadapi problematika yang sangat kompleks saat ini.

    “Saat ini, OMK menghadapi problematika yang sangat kompleks, mulai dari masalah krisis mental hingga masalah moral, seperti pergaulan bebas, pornografi, pornoaksi, penyalahgunaan narkoba dan miras, adapun masalah lain yang muncul dan turut menjadi pemicu terancamnya posisi generasi muda dewasa ini karena mulai menjauhnya nilai-nilai budaya dan agama,” ungkap wanita pertama yang menjadi Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Katolik Republik Indonesia saat ini.

    Berakar dari tantangan generasi muda saat ini dan kedepan, khususnya Orang Muda Katolik (OMK), Mantan Anggota DPR RI ini berpesan agar terus membentengi diri dengan melibatkan diri dalam kegiatan-kegiatan yang positif di masyarakat dan peran serta orangtua dan keluarga sebagai tameng dan pendamping utama bagi generasi muda Katolik di Kabupaten Landak menjadi modal utama dalam membentuk generasi muda yang kuat, berbudaya cerdas dan menggereja.

    “Tantangan yang akan kita hadapi kedepan sebagai orang muda Katolik itu tidak mudah, masih banyak hal yang harus kita perjuangkan. Mulailah melibatkan diri dengan kegiatan-kegiatan positif dimasyarakat, berorganisasi merupakan salah satu cara kita mengembangkan potensi didalam diri kita, membangkitkan sikap menjadi seorang pemimpin sekaligus pelayan bagi sesama kita, serta mengajarkan kita bersikap empati terhadap kepentingan bersama, berdiskusi dan bertukar pendapat demi kemajuan bersama. Dalam proses tersebut, dibutuhkan bimbingan yang serius dan kontiyu. Melalui Temu Orang Muda Katolik inilah generasi muda Gereja Katolik mendapatkan bimbingan untuk menjalani hidup kristiani dimulai dari masa muda, mengembangkan kepercayaan diantara rekan dan hidup bahagia dalam arti positif dan mempererat persatuan/kebersamaan diantara OMK wilayah Paroki Salib Suci Ngabang. Selain itu, Orang Tua dan keluarga sebagai pembimbing utama bagi OMK harus berperan aktif melakukan bimbingan dalam membentuk Orang Muda Katolik yang kuat, tangguh, berbudaya, memiliki semangat kebangsaan dan hidup berdasarkan nilai-nilai gereja katolik,” pungkasnya.

    Kegiatan Temu Orang Muda Katolik (TOMK) ke-VI Paroki Salib Suci Ngabang dilaksanakan di Gereja Santo Petrus Pal 20 dengan diawali misa yang dipimpin oleh Uskup Emeritus Hieronimus Bumbun, OFM.Cap dengan didampingi oleh Pastor Paroki Salib Suci Ngabang, Pastor J. Herman Ahie, OFM.Cap serta para Imam yang bertugas diwilayah Paroki Salib Suci Ngabang.

    Penulis: Tim Liputan
    Editor: Kundori
    Disiarkan: Radio Suara Landak 98fm
    KOMENTAR