CONNECT WITH US
  • Karolin: PRP Ajang Pertemuan Meningkatkan Kualitas Keimanan

    Bagikan:
    Ngabang (Suara Landak) – Bupati Landak, dr. Karolin Margret Natasa menghadiri acara penutupan penyegaran rohani pemuda (PRP) Gereja Persekutuan Pemberitaan Injil Kristus “Baithani” Ansang, Kecamatan Menyuke, Kabupaten Landak, Kamis (30/6).

    Dalam sambutannya, Karolin mengatakan bahwa Penyegaran Rohani Pemuda (PRP) merupakan ajang pertemuan para pemuda Gereja dalam meningkatkan kualitas keimanannya dan mendekatkan diri kepada tuhan selama mengisi masa liburan.

    “Penyegaran Rohani Pemuda (PRP) merupakan agenda rutinitas setiap tahunnya yang diselenggarakan oleh Departemen Pemuda dibawah naungan Pusat Gereja PPIK Kalimantan Barat. PRP ini merupakan ajang pertemuan para pemuda-pemudi seluruh Gereja PPIK se-Kalimantan Barat dalam upaya meningkatkan iman serta mendekatkan diri kepada Tuhan dalam mengisi hari-hari liburan ketimbang pergi ketempat-tempat hiburan yang tidak seharusnya seperti karaoke, pasar malam atau minum keras lebih baik mengikuti acara keagamaan,” paparnya

    Mantan Anggota DPR RI itu juga menjelaskan bahwa masa depan Gereja terletak di tangan generasi muda gereja itu sendiri. Berlatar belakang pentingnya peran pemuda Gereja tersebut, Badan Pimpinan Pusat (BPP) melalui Bidang Umum Gereja PPIK membentuk beberapa Departemen dan salah satunya adalah Departemen Pemuda sebagai forum mediasi kaum muda Gereja PPIK.

    “Maju mundurnya suatu Gereja itu terletak di tangan Pemuda dari Gereja itu sendiri, itu sebabnya sebagai sebuah mediasi kaum muda Gereja PPIK, Badan Pimpinan Pusat yang oleh Bidang Umum Gereja PPIK merancang dan menetapkan adanya beberapa Departemen salah satunya adalah Departemen Pemuda. Badan Pimpinan Pusat (BPP) telah merumuskan beberapa tujuan penting antara lain menggali dan membangun, potensi dan kwalitas pemuda sebagai generasi penerus dalam pertumbuhan dan pelayanan terutama di lingkungan GPPIK sebagai forum terbuka kepemudaan  dalam menyikapi perkembangan zaman dan era globalisasi dan merupakan ajang kerohanian kepada pemuda sehingga menjadi pemuda-pemudi yang memiliki karakter yang berkepribadian kokoh sebagai pemuda Kristen yang takut akan tuhan,” jelasnya.

    Dokter yang pernah bertugas di Puskesmas Mandor itu juga berharap agar peran pemuda di daerah dalam membangun daerahnya terus ditingkatkan melalui kerja nyata sebagai wujud untuk menjawab tantangan dimasa yang akan datang.

    “Kami selaku pemerintah berharap kepada pemuda untuk melaksanakan kerja nyata sesuai dengan kebutuhan dan tantangan di daerah, pemuda tidak boleh menjadi bagian dari masalah, tetapi pemuda harus menjadi bagian dari solusi. Sebagai contoh, pemuda harus menjadi aktor dalam membangun toleransi dan kerukunan dalam keberagaman atau melakukan kegiatan-kegiatan yang bisa meyakinkan pemuda lainnya untuk tidak terlibat dalam narkoba, miras dan pergaulan bebas,” ungkap Karolin.

    Penulis: Tim Liputan
    Editor: Kundori
    Disiarkan: Radio Suara Landak 98fm
    KOMENTAR