CONNECT WITH US
  • Bupati sambut Mahasiswa IKIP PGRI Pontianak Praktek di Landak

    Bagikan:
    Ngabang (Suara Landak) – Sekitar 101 mahasiswa IKIP – PGRI Pontianak yang akan melaksanakan kegiatan PPL/KKM terpadu di terima Bupati Landak, dr. Karolin Margret Natasa di Aula Kantor Bupati Landak, Selasa (18/7).

    Pada kesempatan itu hadir Rektor IKIP PGRI Pontianak, Prof. Dr. Samion AR, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Landak, Aspansius, S.IP, M.Si, Para Dosen pembimbing mahasiswa IKIP PGRI Pontianak serta Camat se-Kabupaten Landak.

    “Saya mengucapkan selamat datang kembali kepada mahasiswa yang sebenarnya mereka ini berasal dari Kabupaten Landak juga. Saya selaku Bupati Landak menerima adik-adik semua bertugas di Kabupaten ini,”ucap Karolin.

    Karolin mengatakan masalah utama yang dihadapi oleh dunia pendidikan saat ini adalah regulasi pendidikan yang belum tertata dengan baik dan adanya pertarungan ideologi.

    “Yang menjadi akar permasalahan kita saat ini adalah regulasi pendidikan yang belum rapi. Menyikapi otonomi daerah, regulasi ini juga belum mampu untuk bisa menjawab berbagai persoalan yang ada ditingkat bawah,yang langsung di sekolah-sekolah, yang dihadapi oleh para guru kita dan juga dihadapi oleh para siswa kita. Sisi lain yang kita hadapi adalah dunia pendidikan saat ini dijadikan sebagai ajang pertarungan ideologi. Banyak pihak-pihak yang ingin masuk kedalam sistem pendidikan kita secara ideologi. Sebagai contoh di Negara turki yang telah menghapus ide-ide sekularisme yang masuk kedalam sistem pendidikan mereka,” ungkap Karolin.

    Dokter yang pernah bertugas di Puskesmas Mandor itu mengungkapkan bahwa pihaknya turut merasakan apa yang dialami oleh para praktisi pendidikan di Indonesia.

    “Menghadapi situasi ini tentu kita tidak hanya mengeluh, tetapi kita berusaha menyesuaikan dengan situasi yang ada. Apa lagi di tingkat pemerintah kabupaten dan kota. Sebagai kepala daerah dan jajaran pimpinan di kabupaten, kita terikat dengan aturan dipusat kemudian dengan pembinaan dan pengawasan ditingkat provinsi. Kami juga merasakan apa yang dialami oleh rekan-rekan dari dunia akademisi. Bagaimana aturannya dapat berubah dengan cepat. Situasi ini jangan membuat kita berkecil hati karena kita mempunyai tanggung jawab yang besar kepada generasi penerus bangsa kita,” ujar Karolin.

    Karolin berharap agar mahasiswa IKIP PGRI yang menjalani prakteknya dilapangan agar lebih bersemangat dalam menghadapi situasi di lapangan.

    “Mudah-mudahan adik-adik kita yang hari ini kita lepas ketempatnya bertugas dan menjalani prakteknya dilapangan tidak berkecil hati dengan kondisi yang ditemukan dilapangan, tetapi menjadi lebih bersemangat, banyak sekali hal-hal yang harus kita benahi bersama,” kata Karolin.

    Mantan anggota komisi IX DPR RI itu juga mengharapkan para mahasiswa dapat menjadi contoh bagi masyarakat di tempatnya bertugas.

    “Kepada adik-adik yang akan melaksanakan kegiatan dilapangan, saya berharap dapat memberikan contoh yang baik kepada masyarakat. Jaga nama baik kalian sendiri dan yang terpenting adalah jaga nama baik almamater yang kalian kenakan,” harap Karolin.

    Rektor IKIP PGRI Pontianak, Prof. Dr. Samion AR menjelaskan bahwa pada tahun 2017 ini, pihaknya menurunkan lebih dari seribu mahasiswa untuk melaksanakan kegiatan PPL/KKN di Kabupaten/Kota se-Kalimantan Barat

    “Yang kita turunkan di tahun akademik 2017/2018 sebanyak 1.314 mahasiswa yang tersebar di seluruh Kalimantan Barat, dan untuk Kabupaten Landak berjumlah 101. Tahun depan akan berbeda dimana kegiatan ini hanya berlangsung selama 3 bulan,” papar Samion.

    Dia juga mengucapkan terima kasih atas penerimaan dari Pemerintah Kabupaten Landak.

    “Saya selaku Rektor IKIP PGRI Pontianak mengucapkan terima kasih kepada pihak Pemerintah Kabupaten Landak, khususnya Ibu Bupati atas telah diterimanya mahasiswa kami untuk melaksanakan kegiatan PPL/KKN Terpadu di wilayah Kabupaten Landak,” ujarnya.

    Penulis: Tim Liputan
    Editor: Kundori
    Disiarkan: Radio Suara Landak 98fm
    KOMENTAR