CONNECT WITH US
  • Hari Balala’ di Karangan Aktivitas Masyarakat Lengang

    Bagikan:
    Situasi pasar Karangan, Sabtu (15/7) pagi
    KARANGAN (Suara Landak) - Tidak seperti biasanya. Pasar Karangan Kecamatan Mempawah Hulu ramai oleh pengunjung dari kampung-kampung untuk belanja di pasar.

    Namun. Pada Sabtu (15/7) pagi sampai saat ini pasar terpantau lengang atau sepi . Tidak ada satu pun rumah warga atau pun warung dan toko yang buka. SPBU Pun ikut tutup.
    "Karangan sedang Balala (ritual adat setempat). Tidak boleh buka rumah apalagi toko. JaNgan singgah di rumah orang," ujar Isul ujar warga.

    Pantauan suaralandak.co.id, Sabtu pagi di  pasar Karangan, hanya Kantor Koramil, Polsek dan Puskesmas yang buka.

    Seperti diketahui, Balala’ merupakan salah satu bagian dari tatanan adat budaya Dayak (sub suku Dayak Kanayatn, bahasa Ba Damea dan Ba Ahe), hampir setiap sub suku Dayak mengenal dan mempraktekkan adat Balala’, dengan sebutan yang sesuai dengan dialek masing – masing.

    Adat Balala’ yang dilaksanakan oleh masyarakat Dayak Kanayatn sarat dengan nilai – nilai sosial dan budaya serta religius. Juga merupakan wujud nyata kedekatan manusia Dayak dengan alam, dan kepedulian mereka terhadap lingkungannya (dalam konsep kosmologi orang Dayak).

    Ritual Balala’ bertujuan memberi kedamaian dalam kehidupan adat – istiadat, bangsa dan Negara. Balala’ merupakan ritual adat yang religius, karena Balala’ mengajak orang untuk merenung.
    Masyarakat diajak untuk melakukan introspeksi (mengintrospeksi), peninjauan terhadap sikap diri sendiri (mawas diri), merenungkan kembali apa yang telah dibuat demi kebaikan dihari depan.

    Di dalam Balala’ juga ada unsur Tolakbala, yang fungsinya meredam kejadian – kejadian yang dapat mengganggu kehidupan manusia, dan diyakini dapat meredam gejolak sosial dan menjauhkan segala bentuk malapetaka dan marabahaya.

    Penulis    : Iman/ berbagai sumber
    Editor      : Kundori
    Disiarkan: Radio Suara Landak 98 fm


    KOMENTAR