CONNECT WITH US
  • Karolin: Tugas Perempuan Tidak Mudah, karena Banyak Peran

    Bagikan:
    BUPATI KAROLIN HADIRI HUT WKRI DI SENAKIN, MINGGU (2/7)
    Senakin (Suara Landak) - Bupati Landak, dr. Karolin Margret Natasa hadiri peringatan Hari Ulang Tahun Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) yang ke- 93 di Gereja Katolik Santo Agustinus Senakin, Kecamatan Sengah Temila, Kabupaten Landak, Minggu.

    Dalam sambutannya, Karolin mengatakan bahwa tugas seorang perempuan dinilai tidak mudah karena memiliki banyak peran dalam kehidupan dan sangat fundamental.

    "Tugas kita saat ini tentu tidak mudah, tidak gampang karena kita bertugas sebagai seorang wanita, sebagai ibu dan sebagai istri. Tetapi saya yakin kita mampu memenuhi kewajiban tersebut. Kita merupakan pondasi utama dalam kehidupan ini,"ungkap Karolin.

    Dia juga membagikan pengalamannya selama begelut didunia politik dimana banyak hal yang dirasakan berbeda ketika sosoknya sebagai wanita secara psikologis lebih memiliki sensitivitas dan empati yang tinggi.

    "Diawal saya terjun kedunia politik, terus terang saya mendapat kesulitan membagi waktu untuk keluarga dan pekerjaan. Seiring waktu saya mulai mampu mengatasi hal tersebut. Disitulah hebatnya kita sebagai seorang perempuan. Terlebih lagi ketika saat ini dipercayakan menjadi seorang pemimpin, ada hal yang dirasakan berbeda. Sebagai seorang pemimpin wanita, secara psikologis kita memiliki sensitifitas yang berbeda, punya ketelitian yang berbeda, punya kemampuan melihat sesuatu secara komprehensif." curhatnya.

    Wanita kelahiran Mempawah 34 tahun silam ini menyampaikan bahwa berdasarkan pada pengalaman tersebut dirinya secara lahir dan bathin merasa bangga menjadi seorang perempuan sekaligus seorang politisi.

    "Berdasarkan pengalaman itu saya akhirnya mencapai pada satu kesimpulan bahwa jika saya diberikan pilihan lain dalam menjalani kehidupan ini. Saya akan tetap menjalani hidup ini sebagai seorang perempuan dan sebagai seorang politisi lahir dan bathin. Oleh sebab itu banggalah menjadi seorang perempuan. Perempuan yang kuat, tangguh, cerdas dan mandiri." tegasnya.

    Mantan anggota DPR RI yang menjabat dua periode ini berharap agar organisasi Wanita Katolik tidak hanya memfokuskan program dan kegiatannya secara internal tetapi dapat juga memfokuskan programnya membantu pemerintah.

    "Kami berharap agar organisasi Wanita Katolik saat ini tidak hanya memfokuskan kegiatan internalnya saja tetapi kami berharap WKRI dapat menjadi mitra dari pemerintah dalam menyelesaikan persoalan-persoalan dimasyarakat, menentaskan buta huruf diwilayahnya masing-masing menjadi contoh kecil partisipasi dari organisasi ini, Dirgahayu Wanita Katolik Republik Indonesia yang ke 93, semoga organisasi ini semakin maju, tumbuh dan berkembang dengan kasih." pungkasnya.

    Sementara itu, sambutan Ketua Umum Pengurus Pusat Presidium Wanita Katolik Republik Indonesia dalam sambutannya yang dibacakan oleh Ketua Cabang WKRI Paroki St. Yohanes Pemandi Pahauman, Maryuni Bernadus, S.Pd mengatakan bahwa Wanita Katolik merasa prihatin dengan situasi bangsa saat ini dimana berkembangnya paham radikalisme dan terorisme di Indonesia. WKRI mengajak masyarakat Indonesia khususnya organisasi yang memiliki kesamaan visi dan misi dengan Wanita Katolik Republik Indonesia bersatu merajut tali keberagamanan dalam bingkai negara kesatuan Indonesia dengan ideologi Pancasila dan semboyan Bhinneka Tunggal Ika-nya.

    "Saat ini Wanita Katolik Republik Indonesia merasa prihatin dengan situasi bangsa dimana telah berkembangnya radikalisme dan terorisme yang mengancam ideologi bangsa kita. Oleh sebab itu kami mengajak masyarakat khususnya organisasi keagamaan dan kemasyarakatan yang sejalan dengan visi dan misi WKRI untuk bersatu merajut kembali keberagaman bangsa Indonesia dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika dan ideologinya Pancasila." jelasnya.

    Kegiatan yang mengusung tema "merajut keberagaman dalam menjaga dan menghidupi Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika" itu diawali dengan misa yang dipimpin oleh Pastor Yosef Ekatom, OFM. Cap. Dihadiri juga oleh Asisten Administrasi Umum, Bernadus SH, Camat Sengah Temila, Ursus, SH. MH, serta perwakilan pengurus dan anggota ranting Wanita Katolik se-Paroki Santo Agustinus Pahauman yang berjumlah 39 ranting.

    Dalam khotbahnya, dia mengatakan bahwa Gereja Katolik mengharapkan Wanita Katolik saat ini menjadi sosok yang kokoh, tangguh dan mampu mengemban tugasnya sebagai pengikut Kristus.

    "Melalui peringatan HUT WKRI yang ke 93, Gereja Katolik berharap Wanita Katolik saat ini dapat tumbuh sebagai sosok yang kokoh, tangguh, dan mampu mengemban tugasnya sebagai pengikut Kristus. Seperti Kristus yang memanggul bebannya sendiri, memikul salib, seperti itulah harapan Gereja bagi kita semua," jelasnya.

    Penulis: Tim Liputan
    Editor: Kundori
    Disiarkan: Radio Suara Landak 98fm
    KOMENTAR