CONNECT WITH US
  • Pulang Kerja, Karolin Belanja Sayur di Sehaq

    Bagikan:
    BUPATI KAROLIN BELANJA SAYUR DI SEHAQ 
    Sengah Temila (Suara Landak) – Usai menghadiri acara HUT WKRI ke 93 se Paroki Santo Yohanes Pemandi Pahauman yang dipusatkan di Desa Senakin. Bupati Landak, dr. Karolin Margret Natasa menyempatkan diri untuk berbelanja sayur di pasar tradisional Sehaq.

    Beberapa sayuran dan buah-buahan hasil hutan yang dibeli oleh orang nomor satu di Kabupaten Landak itu antara lain Rebung, Buah Kalumi’, Buah Pisang, Daun Singkong, Jengkol dan Umbut Sawit. Wanita kelahiran mempawah 34 tahun silam ini memang menyukai masakan dengan cita rasa dari kampung dan dikonsumsi masyarakat didaerah pada umumnya.

    “Jengkol berapa satu kilo disini bu," tanya Karolin kepada Maryani, pedagang yang telah 10 tahun berjualan sayuran di lereng bukit Sehaq tersebut.

    Menurut Maryani, Harga Jengkol saat ini mahal dan dirinya menjual masih dengan harga murah yakni Rp. 30.000 per kilogram. Sedangkan menurut informasi yang diperolehnya, Harga Jengkol di Pontianak berkisar diatas Rp. 50.000,00 per kilogram.

    Karolin mengatakan bahwa di Jakarta, harga Jengkol diatas Rp. 80.000,00 per kilogram. Oleh sebab itu, dokter yang pernah bertugas di Puskesmas Mandor itu mengatakan bahwa buah jengkol sendiri memiliki nilai ekonomi yang tinggi dan bisa menjadi salah satu sumber penghasilan bagi masyarakat yang tekun membudidayakannya.

    Inilah salah satu kebiasaan yang dilakukan oleh istri dari dr. Adhy Nugroho ini disela-sela kesibukannya menjalankan tugas sebagai pemimpin di Bumi Intan. Selalu ada waktu untuk berinteraksi dengan masyarakat walau hanya membeli sayur untuk kebutuhan di dapur. Perannya sebagai seorang wanita yang memilih jalannya sebagai politisi yang pada hakikatnya selalu ingin dekat dengan rakyatnya, tidak mengurangi sedikitpun peran dan perhatiannya sebagai seorang Ibu dan Istri.

    “Tugas saya sebagai wanita yang telah memilih jalan di politik tidak akan mengurangi perhatian saya terhadap keluarga. Saat pertama memang terasa sulit, tapi jika kita tekun dan ikhlas menjalaninnya. Semua akan mampu kita atasi,” jelas Karolin.

    Hal lain yang menjadi sorotan Perempuan pertama yang menjadi Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Katolik Republik Indonesia ini adalah pemanfaatan lahan pekarangan rumah. Karolin mengharapkan masyarakat di Kabupaten Landak dapat memanfaatkan pekarangan rumah secara maksimal dengan menanam tanaman apotik hidup atau bahan yang biasa digunakan untuk kelengkapan bumbu didapur seperti kunyit, lengkuas, serai, jahe, cabai dan sebagainya.

    “Saya berharap masyarakat dapat memanfaatkan pekarangan rumahnya yang kosong untuk ditanami dengan tanaman apotik hidup atau bahan pelengkap bumbu didapur. Terutama ibu-ibu nih, masa’ kalau hanya kunyit harus kita beli juga di pasar, manfaatkan lah pekarangan atau halaman kosong disekitar rumah kita itu untuk tanam kunyit. Saya saja di rumah ada nanam cabai, kalau ndak percaya datang saja kerumah Ibu Bupati, disitu ada puluhan tanaman cabai ditanam didalam pot bunga. Di halaman rumah saya di Jakarta yang hanya berukuran 2 x 2 meter, disitu saya tanami serai, kunyit, jahe, lengkuas, jeruk, cabai, dan temulawak. Saya bukan tipe wanita yang hobi menanam bunga. Saya lebih melihat pada fungsi dan manfaat tanaman itu sendiri, "papar Karolin.

    Penulis: Tim Liputan
    Editor: Kundori
    Disiarkan: Radio Suara Landak 98fm

    KOMENTAR