CONNECT WITH US
  • Empat Perwakilan Masyarakat Sungai Bun Sampaikan Tuntutan Adat Ke PT. TBS Kembayan

    Bagikan:
    Empat Perwakilan Masyarakat Diterima Manajemen Pabrik PT. Tayan Bukit Sawit Kembayan
    Kembayan (Suara Sanggau) - Masyarakat Sungai Bun, yang diwakili Kepala Adat Ambrosius Sumeng,  serta pemuka masyarakat Sei Bun Yohanes Anes, Gregorius Metius dan Junardi menyampaikan tuntutan atas pencemaran sungai Bonti oleh PKS PT. Tayan Bukit Sawit (TBS), Jumat (22/9/2017).

    Tuntutan tersebut disampaikan langsung kepada pihak PT. TBS melalui Manejer Pabrik Leo Butar Butar didampingi Sahrudin Staf Humas PT. TBS Kembayan.

    Musyawarah langsung diadakan di ruang pertemuan pabrik yang juga dihadiri perwakilan Polsek Kembayan Brigadir Berry Marbun untuk  menyaksikan penyerahan berkas tuntutan masyarakat Sei. Bun berdasarkan hasil musyawarah pada tanggal 11 September 2017 yakni 1 (Satu) Kati Panik 12 (Dua belas) Buah dan Denda sebesar Rp150 juta.

    "Adat yang kami sampaikan tersebut karena sudah tiga kali Sungai Bonti di tempat kami tercemar sehingga mengakibatkan ikan, namun pihak manajemen perusahaan tidak ada satu kalipun datang ke tempat kami untuk menjelaskan hal ini kepada kami, bahkan sampai terjadi kembali ikan mati pada tanggal 21 September 2017 lalu",ujar Ambrosius Sumeng.

    Hal yang sama juga disampaikan Yohanes Anes. Ia menegaskan, adat yang disampaikan tidak bisa dibatalkan atau dikurangi karena semestinya sebelum kami sampaikan tuntutan adat ini ke pabrik TBS, pihak manajemen ada upaya Nyurok (menyampaikan adat pengampun - Red) kepada kami, jelasnya.

    Menanggapi hal ini Leo menyampaikan bahwa ia tidak tau persis kejadian tersebut karena baru saja tiga hari bekerja sebagai Manejer menggantikan Fajri Lubis.

    "Persisnya saya tidak tau masalah ini karena masih baru, namun untuk kepastian terhadap pencemaran tersebut kita masih menunggu hasil iji lab", tanggapnya.

    Junardi RT 10 Sei. Bun memaparkan bahwa selama ini dampak pabrik terhadap masyarakat  selain asap dan bau yang tak sedap sudah menganggu masyarakat sekitar pabrik ditambah asap dan pencemaran air tentu semakin membuat dampak negatif yang merugikan. Oleh karena itu pada hari ini kami sampaikan tuntutan, ungkapnya.

    Menanggapi tuntutan tersebut, Leo Butar Butar mengatakan bahwa ini merupakan peringatan dari  pihak masyarakat yang memang harus ditindaklanjuti.

    "Saya tidak janji mengenai terpenuhinya tuntutan ini, namun segera akan saya sampaikan kepada atasan, yang bisa saya janjikan yakni saya akan bersilahturami langsung dan membina hubungan baik bagi masyarakat sekitar",Tutupnya. (Niko)
    KOMENTAR