CONNECT WITH US
  • PT. TBS Duga Aktifitas Penggalian Yang Sebabkan Air Keruh

    Bagikan:
    Manager PKS PT. Tayan Bukit Sawit Fajri Lubis Menunjukan Aktivitas Pembangunan Kolam Limbah yang kemungkinan Menyebabkan Air Keruh Bila Turun Hujan
    KEMBAYAN (Suara Sanggau) - Menanggapi
    ditemukan kembali air keruh dan ikan mati di Sungai Bonti, Dusun Sungai Bun, Desa Sejuah Kecamatan Kembayan yang diduga akibat limbah Pabrik Kelapa Sawit PT.  Tayan Bukit Sawit (TBS), Kembayan pada tanggal 9 September 2017 lalu, Manajemen Melalui Maneger PT. TBS Kembayan Fajri Lubis mengajak SuaraSanggau.co.id bersama ke lokasi Pabrik, Minggu (10/9/2017) untuk melihat bagaimana upaya pihak PT. TBS dalam proses mengolah limbah sawit sesuai rekomendasi Tim Pembina Pembangunan Perkebunan Pertanian Pertambangan dan Kehutanan (TP5K) yang disampaikan pada tanggal 30 Agustus 2017 lalu.

    "Saat ini sudah ada sembilan kolam IPAL, ditambah dengan dua unit kolam IPAL baru, maka tidak lama lagi kita memiliki sebelas kolam, bahkan tahun 2017 ini target kita membuat kolam IPAL totalnya menjadi lima belas kolam,"jelasnya.

    Fajri berpendapat bahwa air Sungai Bonti yang keruh tersebut dampak dari pembangunan Kolam IPAL (Instalasi Pengelolaan Air Limbah) baru.

    "Kita sudah telusuri tadi, untuk kolam limbah tidak ada yang bocor atau meluap, kemungkinan akibat ada project pembuatan dua buah kolam limbah baru yang sekarang ini masih dalam proses penggalian kedalaman empat meter, kemungkinan air galian tanah itu yang mengalir ke sungai membuat ikan sulit bernapas dan mati," paparnya.

    Pihak PT. TBS sudah mengambil sampel air dan ikan yang mati untuk diuji lab, dan segera dikirim ke Pontianak untuk dianalisa.
    "Kita sama-sama menunggu hasil uji lab tersebut yang dilakukan oleh pihak yang berwenang dan independent" pungkasnya. (Niko)
    KOMENTAR