CONNECT WITH US
  • Setelah Dua Kali, Berbagai Pihak Desak Penyelesaian Kasus Pencemaran Oleh Pabrik PT. TBS Kembayan

    Bagikan:
    Abang Indra, Robby Sugianto, Leonardo Agustono Silalahi, Susana Herpena
    KEMBAYAN (Suara Sanggau) - Berbagai pihak mendesak penyelesaian pencemaran sungai yang dilakukan PT. Tayan Bukit Sawit Kembayan setelah dua kali hal ini terjadi.

    Terhadap permasalahan tersebut saat dihubungi SuaraSanggau.co.id Kamis (14/9/2017) Ketua Komisi D DPRD Sanggau Robby Sugianto menanggapi agar permasalahan ini segera disikapi Oleh Manajemen serta pihak Pemda melalui Dinas Terkait.

    "Pada dasarnya kami tetap berdiri pada pihak yang benar. Apabila pencemaran benar-benar terjadi dan merugikan masyarakat maka kami akan memanggil perusahaan tersebut untuk dimintai keterangan", katanya.

    Robby menegaskan, jika betul dampak pencemaran merugikan masyarakat, maka kami akan mendukung masyarakat secara penuh.

    Di pihak yang sama anggota Komisi C DPRD Sanggau Susana Herpena mengatakan bahwa terhadap permasalahan pencemaran sungai atau lingkungan yang jika memang terbukti, maka harus segera ditanggapi serius oleh pihak terkait,  apalagi ini sudah yang kedua kali.

    "Jika tidak layak maka stop dulu pabrik itu beroperasi. Namun harus juga dipertimbangkan, dengan adanya perusahaan tentu menambah PAD Sanggau, menyerap tenaga kerja, dan pendapatan pajak. Kita mendukung investor dan jika ada permasalahan dalam operasional kita juga memberi kesempatan untuk pembenahan" sarannya.

    Senada dengan Susana,  Anggota Komisi A DPRD Sanggau Leonardo Agustono Silalahi yang membidangi perizinan investasi juga menanggapi dugaan pencemaran tersebut
    dengan serius.

    "Dengan adanya pencemaran air di Dusun Sungai Bun Desa Sejuah, seharusnya cepat direspon perusahaan, karena air itu menjadi kebutuhan masyarakat sekitar pabrik, jangan sampai hal tersebut kedepan akan menjadi masalah besar dan jadi bumerang untuk perusahaan yang sudah berinvestasi di Desa tersebut",ungkapnya dengan nada kesal.

    Politikus Partai Demokrat ini berharap agar pihak pemerintah daerah melalui dinas terkait harus mengecek ulang dan langsung ke sungai-sungai sekitar yang diduga sudah tercemar oleh limbah pabrik.

    "Waktu pengecekan beberapa waktu lalu hanya dilihat dari kolam-kolam limbahnya saja, sehingga terkesan pemeriksaannya biasa saja" sesalnya.

    Terkait tuntutan masyarakat adat yang merasa dirugikan atas tercemarnya air tersebut, Leo berharap Manajemen TBS segera menyikapi dengan persuasif. Jangan sampai masyarakat merasa perusahaan ini meremehkan masalah yang ada di sekitar mereka dan bisa menjadi puncak kekesalan masyarakat, sarannya.

    Ditempat terpisah, Ketua Forum Komunitas Hijau (FKH) Kabupaten Sanggau Abang Indra mendesak Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sanggau segera menurunkan tim guna memastikan dugaan pencemaran lingkungan yang dilakukan PT. Tayan Bukit Sawit (TBS) Kecamatan Kembayan.
    Akibat pencemaran tersebut, Sungai yang terletak di Dusun Sungai Bun Desa Sejuah Kecamatan Kembayan tercemar.

    "Saya belum berani memastikan karena belum melihat langsung, tapi jika benar saya minta Dinas Lingkungan Hidup segera ke sana, ambil sampelnya untuk dilakukan cek laboratorium. Jadi saya minta Dinas LH turun langsung ke sana, " pungkasnya.

    Jika benar dan terbukti terjadi pencemaran dan ada unsur kelalaian, Indra mendesak perusahaan diberi sangsi dan meminta maaf kepada masyarakat terdampak serta melakukan pemulihan lingkungan yang rusak.
    Indra menegaskan, sebagai sebuah organisasi penyelamatan lingkungan yang dibentuk berdasarkan kesepakatan tiga Menteri dan di SK kan Bupati, FKH merasa bertanggungjawab untuk mengingatkan perusahaan mematuhi aturan lingkungan.

    "Kami mengingatkan perusahaan untuk mematuhi aturan terkait pelestarian lingkungan, jika melanggar, kami tidak segan-segan melaporkan perusahaan yang melakukan pelanggaran kepada Kementerian LH, " ujarnya. (Redaksi)

    KOMENTAR