CONNECT WITH US
  • Heboh! Warga Sanggau Temukan Beras Bercampur Plastik

    Bagikan:
    Warga Saat Mengamati Beras Yang Diduga Bercampur Butiran Plastik
    SANGGAU (Suara Sanggau) - Peredaran beras oplosan kembali meresahkan masyarakat di Kabupaten Sanggau. Seperti yang dialami Rico, warga jalan Jendral Sudirman Kelurahan Bunut saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (15/11). Kepada wartawan, dia menceritakan awal mulanya dia membeli beras tersebut.

    "Saya beli beras merk A 5 super sebanyak 40 karung untuk memenuhi kebutuhan pegawai saya tiga hari yang lalu," ujarnya.

    Dari 40 karung beras yang dibelinya di toko yang tidak jauh dari kantormya itu, ditemukan beras yang diduga oplosan.

    "Pas karung pertama yang di buka ternyata ada barang lain yang mirip plastik bercampur beras, nah inilah yang membuat saya kaget," kata Rico, pemilik PT. Tri Tama Mandiri itu.

    Rico berharap beras oplosan itu tidak beredar lagi. Instansi terkait diminta segera mekukan sidak untuk mengantisipasi peredaran beras tersebut, jangan sampai dikonsumsi masyarakat.

    "Bahaya kalau dibiarkan, efeknya si tidak sekarang, tunggu beberapa tahun kemudian, itu yang kita hindari," pungkasnya.

    Hal yang sama disampaikan Yanti (23) juru masak dari PT Tri Tama Mandiri. Dia mengaku terkejut saat dirinya merendam beras pada Senin (14/11) siang untuk keperluan makan karyawan sore hari.

    "Pas ngerendam beras, ternyata ada yang timbul, modelnya seperti pil warna putih bening dan jumlah cukup banyak, hampir satu kaleng susu yang kecil," beber Yanti yang mengaku terkejut atas temuan tersebut.

    Bahkan, lanjutnya, ada beras yang sudah terlanjur dimasak dan terpaksa dibuang.
    "Terpaksalah dibuang jak yang sudah terlanjur dimasak," pungkasnya.

    Terpisah, pengecer beras yang juga pemilik toko bangunan cahaya intan di jalan Jendral Sudirman Kelurahan Bunut, Lasarus (38) saat dikonfirmasi wartawan mengaku mendapatkan beras tersebut dari Agro Abadi Pontianak.
    "Saya kaget juga kok masih ada barang itu didalam beras," akunya.

    Lasarus menyampaikan sudah 4-5 tahun membeli beras di Agro Abadi untuk dijual kembali di Sanggau.
    "Sekitar 4-5 tahun dah saya beli beras di Agro Abadi, memang belum ada yang komplain," jelasnya.

    Namun, akhir-akhir ini, Dia mengaku mendapat komplain dari konsumen.
    "Sudah ada dua kali konsumen yang komplain ke saya, yang pertama konsumen saya yang dari kampung dan bukti plastiknya ada saya simpan, dan yang kedua dari Rico ini," ungkapnya sambil menunjukan bukti plastik yang tercampu dalam beras kepada wartawan.

    Karena sudah mendapat komplain dari konsumen, Lasarus mengaku langsung menyampaikan komplain ke Agro Abadi di Pontianak.
    "Saya kan endak tahu juga, karena sayakan cuma menjual, tapi saya langsung komplain ke Agro Abadi, mereka minta beras yang tercampur untuk segera dikembalikan," tuturnya.

    Bupati Sanggau Paolus Hadi juga mengaku kaget mengetahui informasi tersebut. Orang nomor satu di Sanggau itu menegaskan langsung memerintahkan Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perikanan (Dishangpang Hortikan) untuk mengecek langsumg informasi tersebut.
    "Saya sudah perintahkan Pak Jhon untuk cek ada juga pak dandim," jawabnya singkat.

    Terpisah, Kapolsek Kapuas, IPTU. Sri Mulyono mengaku akan segera melakukan penyelidikan untuk mencegah penyebarluasan beras oplosan tersebut.
    "Langsung kami lidik mas," singkatnya.

    Penulis : Indra
    Editor   : Suhardi
    KOMENTAR