CONNECT WITH US
  • Ini Keterangan Polsek Kembayan Hal Mayat Yang Ditemukan Warga Di Tanjung Pinang

    Bagikan:
    Musyawarah Keluarga/Ahli Waris
    Menerima Dengan Iklas Kematian Dorensius Ettes alias Etes
    Kembayan (Suara Sanggau) - Hal penemuan mayat di kebun karet milik Adi, warga Dusun Tanjung Pinang, Desa Sebongkuh, Kecamatan Kembayan Kamis 16 November 2017 lalu, mengegerkan warga Kembayan.

    Kapolsek Kembayan melalui Kanit Reskrim Polsek Kembayan Aiptu Supar menerangkan, yang pertamakali menemukan mayat adalah Ibu Yunaiti saat hendak membuang pempers di Sungai Merowi.
    "Mayat ditemukan di kebun karet milik Adi tak jauh dari Sungai Merowi, kira-kira 20 meter  jaraknya. Sedangkan dari rumahnya jaraknya kira-kira 50 meter", terangnya.

    Aiptu Supar menjelaskan, begitu mendapat laporan kami ada sembilan anggota langsung ke TKP melihat mayat dengan kondisi tertelungkup. Disaksikan pihak keluarga dan pengurus Dusun Tanjung Pinang jazad langsung kami evakuasi dan segera dibawa ke Puskesmas Kembayan.
    Mayat dengan identitas bernama Dorensius Ettes alias Etes, kelahiran Sanggau 12-12-1938, alamat Tanjung Pinang RT/RW -/002 Desa Sebongkuh Kecamatan Kembayan, Agama Katolik, Pekerjaan Petani/Pekebun, dan Cerai Mati.
    "Hasil visum et repertum sudah kami sampaikan kepada pihak keluarga dan ahli waris bahwa pada jazad kondisi bagian luar tidak ditemukan luka pada badan, lebab mayat di dada positif, perut membesar, rambut berwarna merah karena darah, darah keluar dari hidung, keluar kotoran melakui anus dan keluar sedikit cairan sperma. Jadi dugaan kami korban meninggal bukan karena penganiayaan melainkan karena sakit", paparnya.

    Sebagai ahli waris, Suleni anak kandung Almh. Etes sudah menerima kematian ayahnya.
    "Sesuai hasil olah TKP Polsek Kembayan dan penjelasan serta hasil visum luar, kematian ayah kami sudah kami maklumi dan kami terima dengan ikhlas. Memang dugaan kuat meninggalnya orang tua kami karena penyakit Hipertensi yang selama ini ia derita. Karena itu sesuai hasil musyawarah keluarga kami menyatakan tidak dilakukan Outopsi", ujar Suleni bernada iklas.

    Terhadap kematian tersebut pihak keluarga Alm Dorensius Ettes aliad Etes sudah membuat Surat Pernyataan tertanggal 16 November 2017 dan hal tersebut dibenarkan oleh Aiptu Supar yang disampaikannya kepada SuaraSanggau.co.id, Sabtu (18/11/2017), sambil menunjukan Surat Pernyataan yang telah ditandatangani Suleni anak kandung dari alm. Etes.

    Penulis : Nikodemus Niko
    Editor   : Suhardi
    KOMENTAR