CONNECT WITH US
  • Naomi Korban Meninggal Lakalantas Perkaranya Tetap Berlanjut

    Bagikan:
    Pihak Keluarga Almh. Naomi
    Saat di Polresta Pontianak Kota
    Pontianak (Suara Sanggau) - Korban meninggal atas nama Naomi (17 Th) pada lakalantas yang terjadi di Jalan Tran Kalimantan Km 9 Ambawang, Kubu Raya, sekitar Pukul 13.00 WIB pada tanggal 27 Oktober 2017 lalu, kini mendapat titik terang. Pelaku penabrakan bersedia bertanggungjawab sesuai aturan hukum negara dan kearifan lokal yang berlaku. Hal ini diungkapkannya saat pertemuan dengan pihak ahliwaris dan keluarga korban di Polresta Pontianak Kota, Selasa (7/11/2017).

    Sesuai hasil pengembangan pihak Polresta Pontianak Kota, perkara lakalantas yang terjadi pada hari Jumat 27 Oktober 2017 sekitar pukul 13.00 WIB di Jalan Trans Kalimantan KM 9 depan Kantor Kecamatan Sungai Ambawang Kabupaten Kubu Raya, antara sepeda motor Suzuki Satria F merah Hitam KB 5496 UN dikendarai oleh seorang anak perempuan atas nama Naomi warga Dusun Tanap Desa Tanap Kecamatan Kembayan membonceng Nivia Engki (15 Th) warga Dusun Tanjung Lalang RT/RW 01 Kecamatan Terentang Kabupaten Kubu Raya, dengan sepeda motor KB 3665 NJ pengendaranya belum diketahui identitasnya dan dengan mobil tangki KB 9502 SB yang dikemudikan seorang laki-laki bernama Hendro Jatmiko.

    Akibat kecelakaan tersebut korban atas nama Naomi mengalami luka parah bagian kepala yang membuatnya langsung meninggal di TKP.
    Markael Apuk, ayah kandung Naomi merasa sangat shock atas kehilangan putrinya ini.
    "Naomi anak kami yang ke dua dari dua bersaudara. Kami sangat kehilangan", ungkap Apuk sedih.

    Ungkapan yang sama juga disanpaikan oleh Lita Yuana ibu kandungnya, namun ia berusaha untuk lebih sabar menerima musibah yang dialaminya.
    "Kami sangat sedih dengan kehilangan ini, namun kami berserah dan menerima ini dengan iklas", aku'nya.

    Menanggapi hal itu Hendro Jatmiko sopir mobil tangki menyampaikan permohonan maaf yang sedalamnya dan ucapan turut berbelasungkawa atas musibah yang terjadi.
    "Saya mohon maaf dan berbelasungkawa atas kejadian ini. Saya tetap bertanggungjawab untuk mengikuti proses selanjutnya",

    Panit lakalantas Polresta Pontianak Ipda Asef Budi, mengatakan terhadap lakalantas ini silakan saja pihak keluarga korban dan pihak sopir mobil tangki beserta pengurus adat membicarakan lebih lanjut mengenai bantuan duka dan aturan hukum adat sesuai kearifan yang berlaku, namun dari sisi hukum negara perkara lakalantas ini tetap kita proses, terangnya.

    Penulis : Nikodemus Niko
    Editor   : Suhardi

    KOMENTAR