CONNECT WITH US
  • DAD dan Forkopimcam Kembayan Fasilitasi Hal Panen Massal, Ini Hasilnya

    Bagikan:
    SUASANA PERTEMUAN
    Kembayan (Suara Sanggau) - Semakin maraknya aksi panen massal secara sepihak oleh petani plasma Desa Tanap dan/atau oknum-oknum masyarakat di areal plasma PT Kebun Ganda Prima mitra KUD Semegah, pihak manajemen PT KGP mengadakan rapat koordinasi membahas panen massal di Divisi 1 Tanap PT. KGP di Gedung Pertemuan Benua Sompe Kecamatan Kembayan, Jumat (22/12) pagi.

    Pertemuan yang diinisiasi oleh DAD Kecamatan Kembayan ini dihadiri oleh Camat Kembayan, Wakapolsek Kembayan, Danramil Kembayan, DAD Kecamatan Kembayan, Managemen PT KGP, Kades Sebongkuh, Kades Sebuduh, Temenggung Ba' Pulou, Temenggung Muara, PLT Temenggung Tri Tunggal Sebuduh, PLT Temenggung Tatei Jabu Kembayan, Kepala Dusun, serta para Tokoh Adat, Tokoh masyarakat Desa Tanap, Desa Sebuduh dan Desa Sebongkuh.

    Estate Manager (Manejer Plasma) A.H. Munthe dalam pengantarnya menyampaikan, permasalahan panen massal oleh petani plasma Desa Tanap atau oknum-oknum masyarakat di areal plasma PT KGP tentunya kita sesalkan karena hal ini bertentangan dengan perjanjian yang telah disepakati bersama antara  KUD Semegah, PT KGP dan Bank.
    "Panen massal ini jelas melanggar perjanjian dan merupakan tindakan melawan hukum, jika dibiarkan terus maka akan sangat merugikan seluruh petani plasma yang lainnya dalam hal pengembalian kredit ke Bank secara tanggung renteng", ungkapnya.

    A.H. Munthe melanjutkan, permasalahan di PT KGP harus dicari solusinya dan kesimpulannya dalam rapat koordinasi hari ini, sehingga bisa menjadi pegangan kami dan kedepannya permasalahan ini tidak berulang karena merugikan kita bersama, harapnya.

    Menyikapi permasalahan panen massal tersebut, ketua DAD Kecamatan Kembayan Yoseph Andi, SP. Mengharapkan para pihak bisa berpikir jernih dalam membuat solusi penyelesaiannya.

    "Rapat koordinasi hari ini merupakan tindak lanjut pertemuan pada tanggal 19 Desember 2017 lalu di Balai Dusun Tanap. Dalam hal ini DAD bersikap netral dan berpihak pada yang benar. Oleh karena itu mari kita berpikir secara jernih. Kita harus bertanya, kenapa ini bisa terjadi? Bukan selaku bertanya, siapa yang salah. Yang harus diutamakan adalah, bagaimana upaya penyelesaiannya", pintanya.

    Himbauan yang sama juga disampaikan oleh Danramil Kembayan Kapten INF I Dewa Ketut Winaya,  hendaknya petani plasma dan pihak perusahaan berjalan seiring sejalan dan bisa  koordinasikan dengan baik sehingga permasalahan bisa diatasi bersama.

    Dalam kesempatan yang sama Wakapolsek Kembayan IPDA Sumarda'I juga meminta agar pihak petani serta masyarakat bisa bekerjasama dengan baik.
    "Jika petani atau masyarakat dengan pihak perusahaan bisa berjalan seiring sejalan dalam memajukan kebun, maka hal ini sudah membantu kamtibmas", ujarnya.

    Diingatkan juga oleh Camat Kembayan Drs. Inosensius Nono, agar dalam memperjuangkan hak masyarakat tidak melanggar hukum.
    "Hukum harus kita patuhi sesuai perjanjian bersama. Apabila hal itu dilanggar, maka sikap tersebut merupakan tindakan atau perbuatan melawan hukum", pesannya

    Dalam sesi tanya jawab, peserta rapat dan perwakilan petani menyampaikan beberapa hal yang harus diperhatikan oleh perusahaan.

    "Saya prihatin dengan PT. KGP ini banyak bohongnya. Bangun jembatan, bangun titian panen dalam empat tahun ini tidak terealisasi sesuai harapan. Hasil panenan banyak yang tidak terangkut sampai membusuk. Dipanen 20ton diangkut hanya 3 ton saja. Bagaimana mungkin petani bisa sejahtera. Jangan hanya petani yang disalahkan. Dalam hal ini PT. KGP juga bisa dihukum adat", pungkas Manurung salah satu petani plasma.

    Kekesalan yang sama juga disampaikan oleh Pak Acau petani plasma sekaligus juga tokoh adat Dusun Tanap dan Dusun Tapang Raya.

    "Petani khususnya di kampung Tanap sudah berusaha untuk mengikuti aturan perusahaan, namun dengan jalan dan kebun yang tidak terawat maka hasil dari plasma tidak sesuai harapan. Satu hektar saja ada yang hasilnya tujuhpuluh ribuan. Jika begini bagaimana bisa kami kasi makan anak cucu kami. Bagaimana bisa tercapai kesejahteraan masyarakat. Jika pusahaan benar-benar merawat kebun tentu hasilnya bisa lebih baik", ungkapnya.

    Ketua KUD Semegah Dionus Haryono, S.Pd mengharapkan agar komunikasi antara petani, KUD dan Perusahaan tidak terputus dan hendaknya ada satu pandangan agar kebun menjadi lebih baik.

    "Kita sampaikan panen massal hampir 80% kepentingan mendekati hari raya, karena itu kalaupun kebun sudah bagus maka hasil ditahan, buah kucing-kucingan digelapkan", timpalnya.

    Temenggung Ba' Pulou Desa Tanap Redes memberikan pandangan, permasalahan panen massal bisa diatasi asalkan ada komunikasi pihak perusahaan dengan tokoh masyarakat, sehingga kami bisa sampaikan kepada masyarakat agar panen massal tersebut bisa segera dihentikan.

    "Kita mau selesaikan permasalan panen massal ini, namun kami meminta Manajemen PT KGP juga bisa berkoordinasi dengan baik, sehingga apa yang menjadi akar permasalahannya bisa kita selesaikan asalkan hak dan tuntutan masyarakat terutama terhadap perbaikan jalan dan perawatan kebun bisa dipenuhi", sarannya.

    Di akhir pertemuan pihak PT. KGP berjanji akan melakkan evaluasi menyeluruh serta akan melakukan perawatan di areal yang selama ini terawat sehingga produksi plasma bisa kembali meningkat. Terhadap proses penanganan keluhan dan aspirasi dari petani akan dipantau oleh DAD Kembayan bersama Forkopimcam dan akan dievaluasi setiap 3 bulan sekali.

    Penulis: Nikodemus Niko
    Editor: Kundori
    KOMENTAR