CONNECT WITH US
  • DAD Kembayan Mediasi Masalah Panen Masal Kebun PT. KGP

    Bagikan:
    MEDIASI PETANI SAWIT
    Kembayan (Suara Sanggau) - Merasa dirugikan petani plasma melakukan aksi protes terhadap PT. KGP dengan cara panen masal karena kebun plasma tidak terawat dan TBS hasil panenan tidak terangkut.

    Menyikapi kondisi ini pihak Manajemen PT. KGP mengadakan pertemuan di Balai Dusun Tanap membahas aksi panen masal petani plasma, Selasa (19/12) malam.

    Pertemuan ini dimediasi oleh DAD Kecamatan Kembayan, dihadiri Ketua DAD Kecamatan Kembayan Yoseph Andi, SP., Kapolsek Kembayan IPTU Beny Tri Subagio, Manager KBE/Kebun Inti PT. KGP Elizar Susanto, Manager THE/Kebun Plasma PT. KGP Awi Herdison Munte, Koordinator Security PT. KGP Makmur Sinaga, Temenggung Ba' Pulou Desa Tanap Redes, Ketua UUO STT M. Ali NL, Askep THE/Tayan Hulu Estate/Inti PT. KGP MAKARIUS, Perwakilan KUD Semegah Yohanes Anes dan tak kurang 100 Orang petani Plasma PT. KGP.

    Ketua DAD Kecamatan Kembayan Yosep Andi, SP., dalam pengantarnya meminta kepada petani agar setiap permasalahan yang berhubungan dengan kebun plasma supaya dapat disampaikan secara tertulis kepada pihak PT. KGP.

    "Jika ada permasalahan kebun, Petani plasma hendaknya sampaikan dengan cara tertulis dan jangan lakukan tindakan yang melanggar hukum", pesannya.

    Yoseph Andi juga meminta kepada pihak petani maupun management PT KGP agar menjalin kominikasi yang baik terutama dalam menyikapi permasalahan kebun.

    Dalam pertemuan tersebut David Achyar selaku perwakilan petani menyampaikan hal-hal yang menjadi keluhan petani yakni akses jalan lahan plasma tidak terawat, seringnya buah sawit/TBS tidak terangkut.

    "Kebun serta jalan tidak terawat sehingga hasil produksi menurun dan buah hasil panenan tidak terangkut hingga membusuk tentulah merugikan kami petani, ditambah lagi saat ini tim panen berkurang merupakan penyebab turunnya produksi", ungkapnya.

    Petani mengharapkan agar pihak PT KGP bertindak dan bersikap adil terhadap petani, terutama terhadap sistem bagi hasi 30% yang selama ini dirasakan petani tidak ada kejelasan.
    "Setiap usulan yang disampaikan petani tidak pernah ditanggapi oleh perusahaan menjadi kekecewaan kami. Oleh karena itu kami meminta transparansi data produksi TBS dari setiap Divisi", kata petani yang ikut juga dalam pertemuan tersebut.

    Hingga acara bubar, tidak ada jawaban tegas dari pihak manajemen PT. KGP sehingga masyarakat dan petani plasma kecewa.

    Penulis: Nikodemus Niko
    Editor: Kundori
    KOMENTAR