CONNECT WITH US
  • Tuntutan Adat Pati Nyawa Terpenuhi, Pengurus Adat Tanap Gelar Ritual

    Bagikan:
    Kembayan (Suara Sanggau) – Upaya tuntutan adat pati nyawa atas perkara lakalantas yang mengakibatkan meninggalnya Naomi (17 Th) warga Dusun Tanap Desa Tanap Kecamatan Kembayan pada hari Jumat 27 Oktober 2017 lalu kini sudah selesai.

     Disaksikan Ketua DAD Kecamatan Kembayan Yoseph Andi, SP., Ritual Adat Pati Nyawa penyelesaian perkara lakalantas dilaksanakan oleh Pengurus Adat Desa Tanap di rumah Markael Apuk (Orang tua Almh. Naomi) dihadiri segenap Pengurus adat, pemerintahan Desa Tanap, ahli waris dan keluarga, Jumat (15/12/2017)

    “Kami tahu bagaimana upaya pihak keluarga melalui pengurus adat memperjuangkan tuntutan adat sehingga dipenuhi oleh pelaku, memang menempuh waktu yang cukup panjang”, ujar Yoseph Adi

    Yosep Andi mengingatkan, perkara lakalantas yang mengakibatkan korban meninggal tentunya harus diselesaikan dengan ritual adat pati nyawa.

    "Oleh karena itu pihak pelaku harusnya diberikan pemahaman agar dalam pemenuhan tuntutan adat hendaknya menyadari bahwa adat pati nyawa haruslah dibayar tunai, apalagi sudah diberikan tempo waktu tertentu oleh pengurus adat. Sehingga nilai adat yang sakral tetap dijunjung tinggi," tegasnya.

    Diakui Redes Temenggung Ba’ Pulou, baru kali inilah adat pati nyawa lakalantas yang memakan waktu panjang dalam penyelesaian perkaranya.

    “Kita sudah memutuskan perkara adat ini sesuai dengan aturan adat yang berlaku dan sudah dipertimbangkan dengan memberikan tempo pembayaran tanggal 18 November 2017, kemudian Hendro minta tanggal 5 Desember 2017, namun baru ditepati pada tanggal 12 Desember 2017 lalu," lanjutnya.

    Sebagaimana dalam pemberitaan terdahulu lakalantas yang terjadi pada hari Jumat 27 Oktober 2017 lalu di Jalan Trans Kalimantan KM 9 depan Kantor Kecamatan Sungai Ambawang Kabupaten Kubu Raya, antara sepeda motor Suzuki Satria F merah Hitam KB 5496 UN dikendarai oleh Naomi (17 Th), warga Dusun Tanap Desa Tanap Kecamatan Kembayan, dengan mobil tangki KB 9502 SB yang dikemudikan seorang laki-laki bernama Kuswori Hendro Jatmiko (KHJ) warga Sei.Ambawang, sehingga mengakibarkan Naomi langsung meninggal di TKP sudah cukup memakan waktu panjang dalam urusannya.

    “Pihak pelaku tidak membayar penuh adat pati nyawa, sehingga dengan pertimbangan kemanuasiaan dari pihak keluarga bersedia dan mengiklaskan biaya ganti rugi kendaraan korban berupa satu unit sepeda motor Suzuki Satria F Merah Hitam KB 5490 UN dengan nilai Rp 10.000.000 ditiadakan atau tidak dibayar oleh pihak pelaku Kusworo Hendro Jatmiko,"ungkapnya.

    Melalui dimediasi oleh pihak Polresta Pontianak Kota, pihak pelaku bersedia memenuhi adat senilai Rp 50.000.000. Namun baru dibayar senilai Rp 40.000.000 dan sisanya sebesar Rp 10.000.000 akan dibayar dengan cara diangsur selama lima bulan dan setiap bulannya sebesar Rp 2.000.000 terhitung bulan Januari 2018.

    Penulis: Nikodemus Niko
    Editor: Kundori
    KOMENTAR