CONNECT WITH US
  • DAD Kembayan Mediasi Kasus Perkelahian

    Bagikan:
    SUASANA MEDIASI
    Kembayan (Suara Sanggau)  - Menyikapi laporan kasus perkelahian antara Sabinus, Ander (27) dan Pandu (23) yang diduga ada tindak pidana pengeroyokan dan penganiayaan  pada 16 Desember 2017 lalu, sekitar pukul 05.30 WIB di warung Supina di Dusun Majuak Desa Mobui Kecamatan Kembayan Kabupaten Sanggau.

    Dewan Adat Dayak (DAD) Kecamatan mengadakan rapat di Ruang Pertemuan Kantor Pemerintahan Desa Mobui, dihadiri oleh Kapolsek Kembayan yang diwakili Babinkamtibmas Desa Mobui, Danramil yang diwakili Babinsa Desa Mobui, Kepala Desa Mobui, Temenggung Dorit Mika, Temenggung Tatei Jabu,  ahli waris pihak Ander dan Pandu serta Warta Ahli waris Alm. Sabinus, Sabtu (6/1/2017) pagi.

    Dalam pengantarnya Ketua DAD Kembayan Yoseph Andi, SP., menyampaikan,  pertemuan ini bertujuan untuk meluruskan informasi yang simpang-siur hal perkelahian yang harus segera disikapi secara arif sehingga tidak meninggalkan akibat multi efek, apalagi Sabinus pelaku perkelahian sampai menengak racun rumput pada tanggal 19 Desember 2017 dan meninggal pada tanggal 20 Desember 2017 lalu.
    "Sebagai DAD kami punya kewajiban secara moral menyikapi informasi yang simpang-siur terhadap kasus perkelahian yang terjadi di Mobui ini", terangnya.

    Yoseph Andi mengatakan, proses hukum merupakan hak pihak korban karena beranggapan penyelesaian di kampung tidak ada titik temunya. Peristiwa ini sangat fatal, sehingga kita harus sigap menanganinya.
    Pertemuan ini tentu tidak bermaksud menyalahkan para pihak,  namun bagaimana para pihak bisa menyikapi permasalahan ini dengan baik, sehingga bisa dapat solusinya.

    Di kesempatan yang sama Dominukus Kades Mobui dalam sambutannya meminta para pihak yang terlibat dalam perkelahian tersebut agar mempunyai niat baik dan mau berkoordinasi menyelesaikan permasalahan ini.

    "Kita memang menginginkan Desa Mobui maju dan makmur,  tidak ada perkelahian dan Kita berharap tahun kedepannya kejadian ini tidak terulang kembali", harapnya.

    Mewakili Kapolsek Kembayan, Babinkamtibmas Desa Mobui Brigadir Tito Adiwibowo menerangkan, tujuan kehadiran pihak Polsek Kembayan dalam rapat kali ini untuk memastikan proses rapat berjalan aman.
    "Proses penyidikan kasus ini masih berlanjut,   sesuai laporan polisi Nomor: LP/188/XII/2017/Kalbar/Res Sgu/ Sek Kby,  tertanggal 20 Desember 2017, " terangnya.

    Hal yang sama juga disampaikan oleh Danramil Kembayan melalui Babinsa Desa Mobui Serda Syur'ie.
    "Kita berharap situasi ini bisa tertib aman dan terkendali sesuai tujuan dari proses mediasi kasus ini yakni untuk memecahkan permasalahan", harapnya.

    Karena itu Yosep Andi berharap jangan ada ungkapan pengurus adat tidak berfungsi. "Dengan adanya kearifan lokal di mata pemangku adat, hukum harus dipandang dan diperlakukan sama", pintanya.

    Warta (41) selaku ahli baris pihak Sabinus mengatakan kronologi kejadian tidak ia tahu secara persis. Ia hanya tahu kejadian melalui penuturan Sabinus.

    "Kronoliginya saya tidak tahu persis, namun pada sore hari setelah kejadian perkelahian, Saudara Binus menceritakannya kepada saya dengan kondisi gigi tanggal dan mata lebam. Adat saya junjung tinggi,  namun kasus ini belum ada penyelesaian, sehingga kami membuat pengaduan dan sudah diterima oleh Polsek Kembayan", ungkapnya.

    Terhadap kasus perkelahian ini, hingga sampai Sabinus bunuh diri, Ketua DAD Kembayan menilai tidak terselesaikan melalui kearifan lokal karena kurang komunikasi.

    "Kita perlu evaluasi, hal ini lebih kepada kurangnya komunikasi dan kaku dalam penanganan masalah. Secara formal kejadian ini tidak ada laporan ke DAD. Jika batal pertemuan, bukan berarti tidak diurus", katanya.

    Sebagai bentuk tindak lanjut kasus perkelahian ini, Yoseh Andi meminta jika masih ada ruang, para pihak hendaknya bisa segera mengkomunikasikan permasalahan ini melakui jalur kekeluargaan, terlebih para pihak sepakat menjunjung tinggi adat.

    "Kasus ini sudah diproses oleh Kejaksaan,  namun apabila ada upaya kekeluargaan melalui jalur kearifan lokal, bisa saja pihak Kejaksaan mengembalikan kasus ini kepada pihak keluarga penuntut agar diselesaikan melalui pengurus adat", terangnya.

    Penulis: Nikodemus Niko
    Editor: Kundori

    KOMENTAR