CONNECT WITH US
  • Gugatan Petani Plasma PT. KGP, Camat Kembayan Fasilitasi Penjelasan Putusan PN Sanggau

    Bagikan:
    SUASANA PERTEMUAN
    Kembayan (Suara Sanggau)  - Atas permintaan dari pihak Manajemen PT. KGP sesuai dengan Surat Manager KBE PT. Kebun Ganda Prima (KGP) tanggal 13 Februari 2018, Camat Kembayan Drs. Inosensius Nono memfasilitasi pertemuan antara Manajemen PT. KGP dengan petani plasma di GPU "Benua Sompe" Kantor Camat Kembayan yang dihadiri Danramil, Kapolsek Kembayan, Pengacara PT KGP, Ketua DAD Kembayan, Pengurus KUD Semegah, UUO, Kepala Desa Tanap, Temenggung Ba' Pulou,  tokoh masyarakat dan tokoh adat wilayah Desa Tanap, Kamis (15/2/2018).

    "Berkenaan dengan isu-isu atau tafsiran atas proses Putusan PN Sanggau atas Proses hukum kasus gugatan petani plasma terhadap PT. KGP kita adakan pertemuan ini yang bertujuan untuk menterjemahkan terkait proses putusan pengadilan", kata Camat Kembayan.

    Camat Kembayan memandang perlu pertemuan dan diskusi agar tidak ada perbedaan tafsiran terhadap putusan pengadilan dan ia berharap ada niat baik kita terhadap kejelasan informasi ini secara jernih, harapnya.

    Manager KBE PT. KGP Elizar Susanto mengatakan, bahwa kita sama-sama mengetahui sengketa gugatan petani plasma sudah sejak 2017 baru final Januari 2018 dan proses sidang sudah ditempuh sampai 21 kali.

    "Paska putusan Pengadilan Negeri Sanggau tanggal 16 Januari 2018 lalu, kita berharap bisa sama-sama menata kembali kebun PT. KGP. Banyak efek negatif yang menghambat pelaksanaan program kita. Namun kami sangat optimis permasalahan kebun bisa diselesaikan dan kita bisa bersama menata ulang kebun kita ini", janji Elizar.

    Ketua KUD Semegah Dionis Haryanto, S.Pd berharap agar pihak petani dan pihak Perusahaan PT. KGP bisa bekerjasama sesuai perjanjian yang berlaku dan sudah disepakati bersama oleh para pihak.

    "Petani dan Perusahaan bersama KUD adalah mitra kerja berdasarkan perjanjian, oleh karena itu kita harus komitmen dengan perjanjian tersebut", ingatnya.

    Penjelasan atas putusan Negeri Sanggau disampaikan oleh Pengacara PT. KGP Martinus Ekok, S.H., M.H, saat ini masih ada proses banding tanggal 29 Januari 2018 oleh Penggugat sehingga putusan belum Ingkrah, oleh karena itu silakan saja pihak perusahaan menjalan aktivitasnya dan petani plasma tetap mengelola lahannya sesuai dengan pembagian yang telah ditetapkan. Apabila ada upaya melawan hukum, maka proses saja", terangnya.

    Di kesempatan yang sama, Ketua DAD Kecamatan Kembayan Yoseph Andi, SP mengapresiasi terhadap niat baik dari pertemuan kali ini.

    "Terkait perbedaan pendapat kita perlu ada pertemuan untuk berkoordinasi agar kita sadar bahwa kita ini sama-sama memiliki "Saham" di perusahaan ini. Saya yakin apabila kita duduk bersama dan saling koordinasi maka tidak ada permasalahan yang tidak dapat kita selesaikan", ujarnya.

    Yoseph Andi menegaskan, masyarakat adat tidak anti pembangunan. "Selain kita tetap mempertahankan identitas sebagai masyarakat adat, kita juga tetap mendukung pembangunan yang mensejahterakan masyarakat", tukasnya.

    Penulis: Nikodemus Niko
    Editor: Kundori

    KOMENTAR