-->

BPN Sanggau Diduga Terbitkan Sertipikat Ganda

Editor: Editor : Redaksi author photo
Dedi Irwandi saat menunjukan sertipikat tanah yang diduga ganda
Sanggau (Suara Sanggau) - Dugaan penerbitan sertipikat tanah ganda oleh Badan Pertanahan Negara (BPN) ternyata bukanlah isapan jempol belaka. Seperti yang dialami Dedi Irwandi warga Kota Sanggau saat mengadu ke sejumlah wartawan, Kamis (13/04/2018).

Dedi mengatakan,  akibat tidak profesionalnya BPN Sanggau, dirinya harus menanggung kerugian Rp150 juta karena membeli tanah dengan sertifikat asli namun ganda yang telah ada sebelumnya.

Dedi menceritakan, peristiwa tersebut terjadi sekitar tahun 2016 saat dirinya membeli sekapling tanah bersertifikat lengkap dengan salah seorang warga Sanggau di jalan Jendral Sudirman Kelurahan Bunut. Sertifikat tersebut diterbitkan tahun 2013 oleh BPN dan dibeli Condro S yang dijua kepada Sudyanto.

"Saya beli dengan Sudyanto tahun 2016. Setelah mau buat akta jual beli ternyata oleh Notaris tidak berani mengeluarkan dikarenakan tanah tersebut sudah ada yang memiliki dengan sertifikat tahun 1986," katanya.

Dikatakan Dedi pada awalnya dia tidak percaya kalau sertifikat yang dikeluarkan BPN itu telah ada sertfikat yang lebih lama dari yang ia miliki.

 “Saya cek ke Notaris yang ngeluarkan akta jual beli juga asli, saya tanya ke kawan BPN pun katanya asli. Memang betul sertifikatnya asli, tapi anehnya ada orang lain yang juga punya sertifikat yang sama," katanya.

Namun, setelah tanah dibeli dan hendak didirikan bangunan, ternyata ada orang lain yang komplain yang juga memiliki sertifikat atas tanah itu.

"Waktu itu juru ukurnya pak Asri, Kepala BPNnya pak Herman, saya tidak tahu juga kalau ternyata tanah dari orang yang saya beli itu bertimpa," ujarnya.

Hal itu baru diketahuinya setelah mendapatkan keputusan Pengadilan yang menyatakan bahwa pemilik aslinya orang Pontianak berdasarkan risalah lelang dari salah satu Bank swasta.

Oleh karena merasa dirugikan, pada tanggal 28 Maret 2018, Dedi mengaku melaporkan kasus ini ke BPN.

"Sudah kita laporkan ke BPN tapi belum ada jawaban. Saya hanya minta tanggungjawab BPN, karena saya dirugikan, karena tanah yang saya beli lengkap dengan sertifikatnya,"ungkapnya. (dd)
Share:
Komentar

Berita Terkini