CONNECT WITH US
  • Diskominfo Gelar Literasi Media Penyiaran di Sanggau

    Bagikan:
    Sanggau (Suara Sanggau)- Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kalimantan barat berkerjasama dengan Diskominfo kabupaten Sanggau mengadakan kegiatan literasi media penyiaran tahun 2018 yang mengangkat tema  Melindungi keluarga dari dampak negatif pada siaran televisi yang berlangsun di aula hotel Grand Narita Sanggau, Selasa (17/4).

    Pjs Bupati Sanggau yang diwakilkan Asisten II Setda Sanggau, H Rony Fauzan saat membuka kegiatan menyampaikan, sebagaimana kita ketahui, media penyiaran baik televisi dan radio merupakan media massa elektronik yang mampu menyebarkan berita secara cepat Dan memiliki kemampuan mengakses informasi dan mencapai khalayak dalam jumlah tak terhingga dalam waktu yang bersamaan.

    "Apalagi televisi dengan berbagai acara yang ditayangkan telah mampu menarik minat pemirsanya, ” katanya.

    Ditambahkannya media tersebut  dapat membuat pemirsa ketagihan untuk selalu menyaksikan acara-acara yang ditayangkan, bahkan bagi orang tua, keluarga dan anak-anak sekalipun sudah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari aktivitas kesehariannya.

    “Banyak waktu digunakan hanya untuk menonton televisi dan menjadi agenda wajib bagi keluarga. Jika kita kaji lebih jauh, sebenarnya media televisi mempunyai fungsi utama yang harus diperhatikan, yaitu informatif, edukatif, rekreatif dan sebagai sarana mensosialisasikan nilai-nilai atau pemahaman-pemahaman,”ujarnya.

    Dikatakannya, media televisi dapat menimbulkan dampak bagi pemirsanya, terutama pada perkembangan perilaku anak-anak. Rasa ingin tahu terhadap informasi menyebabkan pengaruh media terhadap anak semakin besar.

    “Anak-anak dapat menyaksikan semua tayangan pada program apapun sampai tayangan yang seharusnya belum layak atau belum pantas mereka tonton, ” tuturnya.

    Untuk itu, diperlukan peranan orang tua guna mengantisipasi dampak tersebut. Di mana dalam perkembanganya, lingkungan sangat berpengaruh dalam psikologis anak.

    “Sehingga anak tidak bisa terlepas dari bimbingan orang tuanya. Orang tua berperan dalam mengawasi, mengontrol dan memperhatikan segala aktifitas anaknya, terutama dalam menyaksikan acara di televisi. Mana tayangan yang pantas dan layak untuk ditonton oleh anak, ” ujarnya.

    Disisi lain juga diperlukan adanya peran pemerintah dan industri penyiaran televisi agar mendesain ulang program siaran sesuai dengan nilai-nilai dan budaya Indonesia dan mempertimbangkan dampak dari acara tersebut.

    “Sehingga tidak berpengaruh buruk pada anak-anak, selain itu, adanya pengaturan acara televisi agar fungsi dari televisi sebagai sarana informatif, edukatif, rekreatif sampai pada penontonnya, ”harapnya.

    Sementara itu Kepala dinas Kominfo Kalbar mengatakan Ketika kita ingin maju maka kuasailah tehnologi, karena tehnolgi ini bisa membuat perubahan yang luar biasa.

    “Televisi bisa memberikan informasi yang mana satu sisi memberikan informasi yang benar juga disatu sisi bisa memberikan informasi yg tidak benar atau hoax,”ujarnya.

    Oleh karena itu pada kesempatan ini kami adakan kegiatan literasi media penyiaran guna untuk menyampaikan kepada masyarakat untuk memahami tentang isi siaran yang cerdas dan bermanfaat.

    “Sehingga masyarakat perlu memiliki pemahaman yang baik dalam proses mengkonsumsi media penyiaran baik televisi dan radio,”pungkasnya.
    (DD)
    KOMENTAR