CONNECT WITH US
  • Malaysia Deportasi 48 TKI

    Bagikan:
    Entikong (Suara Sanggau) - Malaysia deportasi sebanyak 48 TKI/Pekerja Migran Indonesia (PMI) bermasalah  ke Indonesia melalui PLBN terpadu Entikong, Jumat (27/04/2018) sekitar pukul 14.45 Wib.

    Waka Polsek mengatakan, rombongan TKI/PMI bermasalah sebanyak 41 orang tiba di PLBN terpadu Entikong dari Depot Imigresen Semuja, Sarawak Malaysia dan 7 orang lainnya dari KJRI Kuching yang diangkut dengan satu truck dengan Nopol QSG 2839 dan dikawal langsung oleh pihak Imigresen.Semuja Malaysia dan KJRI Kuching dengan menggunakan satu unit kendaraan jenis Van Nopol Wul 4232.

    “Dari 48 orang tersebut, 40 orang berjenis kelamin laki-laki dan 8 orang perempuan”, Demikian diungkapkan Waka Polsek Entikong, IPTU. Eeng Suwenda, Jumat (27/04/2018) malam.

    Ditambahkan waka polsek entikong Setibanya di PLBN Entikong,  TKI/PMI bermasalah selanjutnya dilakukan pemeriksaan oleh Petugas Imigrasi Entikong dan Karantina Kesehatan Entikong. Setelah dilakukan pemeriksaan, selanjutnya dilakukan pendataan oleh Petugas P4TKI Entikong dan Polsek Entikong di Kantor ULKI Entikong.

    “Hasil pendataan, ke-48 TKI/PMI bermasalah yang dideportasi tersebut berasal dari sejumlah Provinsi, yakni Provinsi Kalbar sebanyak 23 orang, Provinsi Jateng 2 orang Provinsi Jatim 6 orang, Provinsi Jabar 8 orang, Provinsi Kaltim 1 orang, Provinsi Sulsel 3 orang, Provinsi DKI Jakarta 3 orang, Provinsi NTT 1 orang dan Provinsi NTB 1 orang”ujar waka polsek.

    Dijelaskan Waka Polsek, dari hasil screning ditemukan beberapa permasalahan yang dialami WNI/PMI bermasalah, yakni pekerjaan tidak sesuai, gaji tidak sesuai, tidak memegang paspor, tidak punya visa/vermit kerja.

    "Petugas telah menghitung dan mendata ulang jumlah WNI/PMI bermasalah yang di deportasi serta memisahkan daerah asal sesuai kota/provinsi. Petugas juga melakukan screning terhadap para WNI/PMI bermasalah yang dilaksanakan oleh anggota Polsek Entikong dan P4TKI Entikong," ungkapnya.

    Seluruh WNI/PMI bermasalah akan dipulangkan ke daerah asal dan diminta menandatangani surat pernyataan tidak kembali ke Malaysia tanpa dokumen lengkap.

    "Setelah dilakukan proses screning, sekira pukul 17.30 Wib, WNI/PMI bermasalah sebanyak 45 orang diberangkatkan menuju kantor Depsos Pontianak, dan 3 tiga orang di jemput keluarganya," terang Waka Polsek.
    (DD)
    KOMENTAR