CONNECT WITH US
  • Lakalantas di Jalan Lintas Malindo, Korban Patah Kaki

    Bagikan:
    Kembayan (Suara Sanggau) - Polisi sektor Kembayan menjelaskan kronologis kecelakaan lalu lintas (Lakalantas) di jalan lintas Malindo desa Tanap, Kecamatan Kembayan, Selasa (22/5).

    Sekitar pukul 19.00 WIB lakalantas itu melukai tiga orang, yakni Febrianus Bayu Setiawan (18), Aprilianus Dwi Putra (16) dan Riswandi (46).

    Kapolsek Kembayan, melalui AIPTU Subroto menjelaskan, lakalantas antara motor yamaha jupiter-MX king warna Biru KB 6108 DQ dengan motor yamaha vega warna hitam tanpa TNKB, diindikasikan kecelakaan terjadi saat cuaca mendung malam hari, jalan lurus, arus lalu lintas sepi dan minim penerangan.

    "Riswandi pengendara motor vega dari arah Beduai menuju Simpang Tanjung hendak mendahului kendaraan R6 jenis L-Truk dengan kecepatan tinggi, tiba-tiba dari arah berlawanan datang motor yamaha jupiter-MX king warna biru KB 6108 DQ Febrianus Bayu Setiawan. Karena terkejut Riswandi tidak bisa mengendalikan keseimbangan laju kendaraan sehingga terjadilah kecelakaan lalulintas tersebut," papar Subroto (29/5).

    Subroto mengungkapkan akibat lakalantas tersebut, pengendara motor yamaha jupiter-MX king warna Biru KB 6108 DQ Febrianus Bayu Setiawan (18), warga dusun Sebuduh, kecamatan Kembayan, mengalami patah kaki dan dirujuk ke RS Sudarso Pontianak dan Aprilianus Dwi Putra (16), warga dusun Sebuduh, Kecamatan Kembayan mengalami luka ringan di lutut.

    Sedangkan pengendara Sepmot Yamaha Vega warna Hitam tanpa TNKB, Riswandi (46), warga Karang Moncol, kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah mengalami luka di bagian wajah dan tangan.

    "Kami menyimpulkan, karena tidak bisa mengendalikan kendaraan dan kurangnya perkiraan dari pengguna motor yamaha vega-R saat hendak menyalip kendaraan lainnya sehingga menabrak yamaha jupiter-MX king," ungkapnya

    Bagian depan yakni lampu sein dan spakbor pecah sedangkan motor yamaha vega rusak bagian depan. Taksiran kerusakan kendaraan jika dinilai dengan uang, kurang lebih Rp.10 juta.

    Penulis: Nikodemus Niko
    Editor: Rizki Mahardika

    KOMENTAR