CONNECT WITH US
  • DAD Beserta Temenggung Kembayan Kesalkan PT. BKP Tak Hargai Kearifan Lokal

    Bagikan:
    Kembayan (Suara Sanggau) - Sehubungan dengan dugaan pencurian Tandan Buah Segar (TBS) sawit milik PT. Borneo Ketapang Permai (BKP) oleh Emelias Guntur (23 Tahun), warga Dusun Tanjung Robokan, Desa Semayang, Kecamatan Kembayan yang terjadi pada  7 Juni 2018 lalu, DAD beserta Temenggung Kecamatan Kembayan mengesalkan kejadian tersebut langsung dilaporkan ke Polsek Kembayan tanpa ada upaya menggunakan kearifan lokal yang berlaku di wilayah Kecamatan Kembayan dalam penyelesaian masalahnya.

    "Tindakan pencurian memang dilarang baik hukum agama, adat, maupun hukum negara,  namun dalam hal ini untuk menyelesaikan suatu kasus pencurian di wilayah tanah adat dayak seharusnya mengedepankan dan mengutamakan kearifan lokal yang berlaku di masyarakat adat Dayak", ujar Yoseph Andi SP Ketua DAD Kecamatan Kembayan, Rabu (13/6/2018).

    Pernyataan tersebut disampaikan oleh Yoseph Andi, melihat tindakan dari PT. BKP yang terkesan cendrung menutup diri dan tidak membuka komunikasi yang baik dengan pengurus adat di wilayah kedudukan PT. BKP. Hal ini jelas terlihat dalam kasus dugaan pencurian yang terjadi baru-baru ini, pihak PT.  BKP langsung melaporkan perkara kepada Polsek Kembayan, padahal nilai kerugian berupa 12 TBS yang dicuri tersebut ditafsir nilainya tidak lebih dari tigaratus ribu rupiah.

    "Pelaku dugaan Kasus pencurian ini sempat ditahan di Polsek Kembayan selama dua hari, padahal di dalam peraturan Mahkamah Agung Nomor 1 tahun 2016, pencurian kurang dari Rp. 2,5 juta tidak ditahan dan  Polisi wajib mendamaikan. Terhadap perkara atau kasus pencurian, hasil Musdat (Musyawarah Adat - Red) Kacamatan Kembayan pada tanggal 15 Desember 2016 pada poin (6) jelas menegaskan kasus pencurian hendaknya mengutamakan penyelesaian secara adat (problem solving), dan jika ketentuan ini dilanggar maka pihak pelapor bisa dikenakan adat pulangkah pungkaba", tegasnya.

    Dijelaskan oleh Deksi Malayholow mewakili keluarga ahli waris pelaku, pihaknya sudah menyurati Manajemen PT. BKP dimohon untuk segera mencabut laporan dan menyelesaikan permasalahan tersebut sesuai kearifan lokal yang dimiliki masyarakat adat dayak.

    Menyikapi keluhan warga masyarakat Tanjung Robokan dan pihak keluarga pelaku tersebut, dalam waktu dekat DAD dan para Temenggung serta pemangku adat sekecamatan Kembayan akan mengadakan pertemuan.

    Penulis : Nikodemus Niko

    KOMENTAR