CONNECT WITH US
  • Satu Narapidana Langsung Bebas Setelah Dapat Remisi Di Hari Yang Fitri

    Bagikan:

    SANGGAU(Suara Sanggau), Dihari yang Fitri ini Rutan Sanggau berikan remisi kepada 61 narapidana dan salah satunya langsung bebas pada saat penyerahan remisi itu (15/6).
    Kepala Rutan Kelas IIB Sanggau, Isnawan mengusulkan 61 narapidana (napi) mendapat remisi Idul Fitri 1439 H. Dari jumlah napi yang bakal dapat pengurangan masa pidana khusus itu, kata Isnawan, 1 orang diantaranya langsung bebas.
    Remisi khusus itu terdiri dari dua kategori, yaitu RK1 bagi napi yang masih menjalani sisa hukuman pidana dan RK2 bagi napi yang langsung bebas. “Untuk remisi khusus hari raya keagamaan RK1 kita usulkan 61 orang. Untuk RK2 ada 1 orang, RK 1 yang terkait PP Nomor 99 tahun 2012 kita usulkan 11 orang,” kata Kepala Rutan Kelas IIB Sanggau, Isnawan ditemui di kantornya.
    Mereka yang diusulkan mendapat remisi khusus ini, dijelaskan dia, berasal dari kasus umum seperti human trafficking, kepabeaan, kesusilaan, pengelapan, penganiayaan, pencurian, pornografi, kasus kekerasan dalam rumah tangga dan kasus narkotika terkait PP 99 Tahun 2012. “Besaran remisi khususnya ini 15 hari sampai satu bulan. Ada yang paling tinggi yakni 1 bulan 15 hari,” kata Isnawan.
    Pemberiaan remisi itu harus memenuhi ketentuan yang berlaku, yakni memenuhi persyaratan administratif dan substantif. Ia menyebut, untuk mendapat remisi warga binaan permasyarakatan, sedang tidak menjalani CNB, tidak sedang menjalani pidana pengganti denda, tidak dijatuhi hukuman mati atau seumur hidup, sudah menjalani pidana lebih dari enam bulan dan tidak dikenakan hukuman disiplin.
    Tambahan bagi narapidana terorisme, narkotika dan prekursor narkotika, psikotropika, korupsi, pelanggaran HAM berat, kejahatan transnasional dan kejahatan terhadap keamanan Negara, lanjut Isnawan, wajib melampirkan surat keterangan bersedia bekerjasama untuk membantu membongkar tindak pidana yang ditetapkan instansi penegak hukum.
    Kemudian, sambung dia, surat keterangan telah mengikut program deradikalisasi dari Kalapas atau BNPT bagi narapidana terorisme.
    “Tapi di sinikan tidak ada (napi nerotisme). Selanjutnya, bukti telah membayar lunas denda dan uang pengganti sesuai putusan pengadilan bagi narapidana korupsi,” pungkas Isnawan.
    Untuk besaran remisi, ia menambahkan, 15 hari bagi narapidana dan anak pidana yang menjalani 6 sampai 12 bulan, 1 bulan bagi narapidana dan anak pidana yang menjalani 12 bulan atau lebih. Kemudian, tahun kedua dan ketiga diberi remisi 1 bulan, tahun keempat dan kelima diberi remisi 1 bulan 15 hari, tahun keenak dan seterusnya diberi remisi 2 bulan.
    “Saya berharap dengan pemberiaan remisi ini, para warga binaan dapat lebih intropeksi dan menyadari kesalahannya, sehingga merubah perilaku menjadi lebih baik,” harap Isnawan(DD).
    KOMENTAR