CONNECT WITH US
  • Lima TKI Dari Jawa Barat Diamankan

    Bagikan:
    Kapolres Saat memperlihatkan Tersangka AV
    SANGGAU(Suara Sanggau), Lima orang calon TKI dari Sukabumi,Jawa Barat kembali diamankan jajaran Kepolisian Sektor Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat. Mereka ditangkap karena hendak masuk ke Malaysia melalui jalur ilegal dan tidak mempunyai dokumen.

    "Sebanyak lima orang calon TKI ilegal yang akan masuk ke Malaysia melewati jalur tikus. Tersangka yang membawa TKI Ilegal atas nama AV warga Sanggau," ujar Kapolres Sanggau AKBP Imam Riyadi didampingi Kapolsek Entikong Kompol A Siddiq dan Kasat Reskrim Polres Sanggau AKP M Aminuddin pada saat rilis di Mapolres Sanggau(1/8).

    Para calon TKI ilegal itu diamankan jajaran Polsek Entikong saat berpatroli di jalur tikus yang berada di sebelah kanan PLBN Entikong yang terletak dibelakang Pasar Baru. pada saat menaiki bukit pertama telah mengamankan lima orang yang diduga akan bekerja ke Malaysia tanpa adanya satu dokumenpun dan dua orang sebagai petunjuk jalan, pada tanggal 27 juli 2018. Kelima orang Calon TKI ke Malaysia diantaranya, Gunawan (25), Saepuloh (49), Amsir (53), M Saleh (52) dan Denni Suhendar (37).

    “Mereka dijanjikan RM 2000 perbulan dan para korban ini akan kita kembalikan ke daerah asalnya ”kata AKBP Imam Riyadi.

    Usai memeriksa dokumen kependudukan korban ketujuh orang tersebut di amankan ke PLBN Entikong untuk diinterogasi dan dari hasil keterangan dari dua orang sebagai petunjuk jalan, Rinto dan Agus Febiansyah diperoleh informasi bahwa yang menyuruh mereka untuk mengantar ke lima orang yang diduga Calon TKI illegal tersebut ke wilayah Tebedu Malaysia adalah tersangka AV.

    “Selanjutnya anggota Polsek Entikong melakukan pencarian terhadap AV dan akhirnya yang bersangkutan ditemukan Dan AV warga Sanggau sudah ditetapkan sebagai tersangka, ”ujar Kapolres.
    Kami pihak Kepolisian sedang memburu pelaku lain yang diduga menjadi penyalur TKI ilegal.

    “Kita masih melakukan pengembangan untuk melakukan penangkapan terhadap penyalur lainnya, ” pungkas Imam Riyadi.(DD)

    KOMENTAR