CONNECT WITH US
  • Perjanjian Kemitraan dengan PT. TBS Tak Terealisasi, KSU BEM akan Audensi

    Bagikan:
    Erik Erin Ketua KSU BEM
    Kembayan (Suara Sanggau) - Sejak dibuat dan ditandatanganinya Surat Perjanjian Kemitraan Pengelolaan Berkelanjutan Jaminan Pasokan Bahan Baku Industri Pengolahan Minyak Kelapa Sawit, tertanggal 21 Juni 2017 antara KSU Borneo Elf Mandiri (BEM) dengan PT. Tayan Bukit Sawit, hingga per September 2018 ini, PT. TBS tidak pernah melaksanakan apa yang dimaksud dengan kemitraan tersebut. Permasalahan inilah yang menjadi pertanyaan Erik Erin Ketua KSU BEM, Selasa (18/9/2018).

    "Pabrik PT. TBS merupakan pabrik sawit non kebun, dimana pola kerjanya bermitra langsung dengan petani kebun sawit mandiri dalam wadah koperasi, karena itu berdirinya pabrik non kebun perizinannya berdampingan dengan koperasi BEM. Sehingga dari hal tersebut dibuatlah perjanjian kemitraan. Namun yang membuat kami kecewa, sampai saat ini kemitraan tersebut tidak meberikan kontribusi bagi KSU BEM," ungkap Erin kesal.

    Lebih lanjut diungkapnya, pembinaan dan bimbingan yang diharapkan oleh kami sebagaimana yang termaktup dalam Permentan No: 98/OT. 140/9/2013, sehingga para petani yang bergabung dalam BEM selalu mempertanyakan hal tersebut, apalagi petani yang merasa didata lahan oleh BEM untuk kelengkapan syarat perizinan Pabrik TBS.

    "Pembinaan dari pihak PT. TBS sangat kami harapkan, namun sampai saat ini kontribusi  sebagaimana yang tertuang dalam perjanjian kemitraan tersebut belum kunjung terealisasi. Oleh karena itu kami akan mengambil langkah-langkah untuk menegakan peraturan tersebut, dengan audensi kepihak yang indenpenden yaitu ombudsman," tegasnya.

    Penulis: Nikodemus Niko
    KOMENTAR