CONNECT WITH US
  • Polres Sanggau Tangkap Pasutri Pengedar Narkoba

    Bagikan:
    Sanggau(Suara Sanggau),  Kapolres Sanggau, AKBP Imam Riyadi didampingi para Kasat di Polres Sanggau merlilis pengungkapan kasus narkotika di wilayah hukum Polres Sanggau, di Mapolres Sanggau, Jumat (28/9/2018).
    Pertama, pada tanggal 18 September 2018, Polisi mengamankan pelaku narkotika suami istri (Pasutri) inisial EW (isteri) dan IB (suaminya).
    “EW dan IB kedapatan sebagai pengedar narkotika jenis sabu. TKP nya di Jalan Pancasila, komplek ruko Rawa Bangun, kelurahan Ilir Kota, ” katanya.
    Barang bukti yang diamankan yakni timbangan, alat hisap, uang tunai hasil penjualan dan sepertinya ada paket hemat yakni beli bisa langsung dipakai ditempat. “Karena ditemukan di TKP alat hisap untuk menggunakan narkotika jenis shabu, ” tuturnya.
    Shabu tersebut, lanjut Kapolres, disimpan disamping Kulkas atau di dapur rumahnya. “Pasutri tersebut mengedarkan shabunya di seputran Sanggau. Dari hasil sementara mereka mendapatkan shabu itu dari Pontianak, ” ujarnya.
    Kemudian, penangkapan terduga pelaku narkotika juga dilakukan di Polsek Meliau, ada empat laporan polisi. Ini menandatakan bahwa shabu sudah merebah sampai ke Polsek-Polsek.
    “Alhamdulillah dengan kesigapan Polsek mendeteksi diwilayahnya masing-masing ada empat kasus yang diungkap. dan tersangkanya sudah diamankan semua di Polres Sanggau, diantaranya SR, YP, YN dan ER, ” jelasnya.
    Untuk laporan pertama, diamankan tujuh plastik bening berklip dengan berat 0,7 gram dan tiga laporan lainya kurang lebih 6 gram narkotika jenis shabu. “Dari empat kasus yang diungkap Polsek Meliau, 6, 7 gram barang bukti yang diamankan, ” tegasnya.
    Atas diungkapnya kasus narkotika tersebut, kata Kapolres, Ini upaya yang dilakukan kurang lebih dalam sepekan, yakni mengungkapkan lima kasus narkoba. “Ini artinya perkembangan narkoba ini masif diwilayah kabupaten Sanggau, ” jelasnya.
    Kapolres menambahkan, semua terduga pelaku dijerat dengan pasal 114 dan 112 tentang narkotika dengan anacaman hukuman minmal 5 sampai 15 tahun penjara.(Hms Pol)
    KOMENTAR