CONNECT WITH US
  • Satgas Pamtas Targetkan Khitan Seribu Anak Perbatasan

    Bagikan:
    Entikong (Suara Sanggau.co.id), Satgas Pamtas Yonif 511/DY targetkan khitan seribu anak selama sembilan bulan penugasan, saat ini sudah berhasil mengkhitan lebih dari 600 anak dan terus menggencarkan aksi sosialnya melalui sejumlah pelayanan kesehatan untuk masyarakat di perbatasan sektor barat Provinsi Kalimantan Barat dengan Malaysia.

    Komandan Satgas Pamtas Yonif 511/DY, Letkol Inf. Jadi menuturkan khitan seribu anak perbatasan adalah program khusus batalyon-nya selama bertugas di Kalimantan Barat. Bukan tanpa sebab, program ini didasari keinginan menghadirkan negara lebih dekat dengan anak-anak di perbatasan.

    "Khitan adalah salah satu tindakan medis bagi kaum pria, dan ini juga menjadi salah satu tuntunan agama. Bagi sebagian orang, khitan bukan persoalan besar, karena mereka berada di daerah yang berkecukupan segalanya. Tapi bagi saudara-saudara kita di pedalaman perbatasan, ini menjadi dilema," kata Letkol Inf. Jadi, Minggu (9/9).

    Ia mengungkapkan, beberapa dilema yang dihadapi warga perbatasan yaitu jangkauan tenaga medis khitan yang terbatas, rentang jarak yang jauh dengan fasilitas kesehatan dan keterbatasan ekonomi yang dialami sejumlah warga.

    Tak ingin memberatkan warga perbatasan, maka pelayanan khitanan pun dilakukan dengan menyambangi langsung masyarakat di pelosok perbatasan secara cuma-cuma.

    "Kami berfikir mungkin khitan ini merupakan dambaan dan mimpi lama yang belum terwujud bagi saudara-saudara kita di pelosok. Faktanya ada juga yang ikut khitan saat berusia 40 tahun. Dan kami disini menghadirkan solusi bagi saudara-saudara kita dengan target khitan seribu anak di perbatasan," ujarnya.

    Jadi mengharapkan, melalui program ini generasi penerus bangsa tersebut memiliki kecintaan serta kedekatan pada TNI dan akhirnya menyamakan tekad yaitu NKRI harga mati. Sebab, anak-anak perbatasan berada didaerah ini selama bertahun-tahun dan memiliki tanggung jawab moral untuk membangun wilayahnya.

    "Seribu anak inilah yang kelak kami harapkan menjadi tokoh, pejabat atau apapun yang bertanggung jawab dengan menjadi benteng dan pagar hidup di perbatasan," tutupnya.
    KOMENTAR