CONNECT WITH US
  • Malaysia Deportasi 95 PMI-B

    Bagikan:

    Entikong(suarasanggau), Sebanyak 95 orang Pekerja Migran Indoneisa Bermasalah (PMI-B) di Deportasi dari Imigresen Semunja dan tiba di PLBN Entikong, Kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau, Rabu (17/10).
                                
    “Mereka diangkut menggunakan 1 kendaraan Mobil Truck Imigrasen Malaysia, 1 Mobil Van imigrasen Nopol WUS 6847 dan 1 mobil Dinas Nopol 29-505-CC serta dikawal langsung oleh pihak KJRI Kuching dan pihak Imigresen Semunja Serian,” kata Wakapolsek Entikong Iptu Eeng Suwenda(18/10).

    Dikatakannya, dari 95 orang PMI-B yang di deportasi melalui PLBN Terpadu Entikong 82 orang laki-laki dan 13 orang perempuan.

    “Asal tenaga kerja indonesia bermasalah PMI-B yang di deportasi dari negara Malaysia adalah, Provinsi Jatim 58 orang, Sulawesi Selatan 1 orang, Aceh 3 orang, NTB 6 orang, NTT 1 orang, Kalteng 1 orang, Sulbar 2 orang, Jateng 2 orang, dan Kalbar 21 orang,” jelasnya.

    Dari hasil screning ditemukan beberapa permasalahan yang dialami PMI-B yakni pekerjaan tidak sesuai, gaji tidak sesuai, tidak memegang paspor, tidak punya Visa/ Permit kerja.

    Kemudian, melakukan screning terhadap para PMI-B yang dilaksanakan oleh anggota Polsek Entikong dan P4TKI Entikong dan penelitian hasil screning mencari indikasi korban traficking atau perdagangan orang sebagai upaya mengusut agen PMI Ilegal dan jaringannya.

    “Seluruh PMI-B akan dipulangkan kedaerah asal dan menandatangani surat pernyataan tidak kembali ke Malaysia tanpa dokumen lengkap. Setelah dilakukan proses screning, sekira pukul 22.15 Wib PMI-B diberangkatkan menuju kantor Depsos Pontianak dengan mengunakan tiga unit kendaraan bus,” ujarnya.

    Waka Polsek menegaskan, perlu dilakukan pengecekan dan pemeriksaan lebih ketat terhadap para WNI/PMI yang akan masuk ke Malaysia melalui PLBN terpadu Entikong agar masuk memiliki dokumen yang lengkap dan sesuai dengan prosedur.

    “Sehingga di harapkan dapat mengurangi terjadinya PMI Bermasalah,” tegasnya.

    Selain itu, Perlu terus di lakukannya sosialisasi kepada masyarakat hingga lapisan bawah tentang prosedur menjadi PMI yang resmi sehingga masyarakat mengetahui dokumen apa saja yang perlu di bawa dan dilengkapi apabila akan bekerja ke luar negeri khususnya Malaysia. 

    KOMENTAR