CONNECT WITH US
  • 12 Truk Kayu Dilepas Setelah Mendengarkan Keterangan Saksi Ahli

    Bagikan:
    AKBP Imam Riyadi

    SANGGAU(suarasanggau.co.id),  Setelah sempat ditahan 5 hari, Polres Sanggau akhirnya melepas 12 truck bermuatan kayu durian. Hal tersebut disampaikan Kapolres Sanggau AKBP. Imam Riyadi didampingi Kasat Reskrim Polres Sanggau AKP. Haryanto di Mapolres Sanggau, Selasa (13/11).

    Dikatakan Kapolres, ke 12 truck tersebut ditahan pada hari Minggu (4/11) dini hari dalam sebuah operasi rutin yang digelar di depan Mapolres Sanggau. Berdasarkan hasil pemeriksaan, kayu- kayu tersebut berasal dari Kapuas Hulu dan Melawi.

    Kronologis penangkapan, kata Kapolres, bermula dari informasi masyarakat terkait marakmya dokumen membawa kayu dimana disitu fisiknya kayu durian namun disalahgunakan beberapa kayu jenis campuran. “Berdasarkan inilah Polres Sanggau melakukan pengecekan terhadap kendaraan yang mengangkut kayu hasil hutan,” kata Kapolres.

    Dari informasi tersebut, Polisi berhasil mengamankan 12 truck bermuatan kayu.

    “Memang disitu dokumen durian tapi disalahgunakan isinya bukan hanya durian tapi berbagai jenis kayu campuran. Berdasarkan itulah Polres Sanggau mengambil langkah – langkah yaitu melakukan pengecekan setiap kendaraan yang mengangkut kayu hasil hutan sehingga kemaren diamankan 12 unit truck yang berisi muatan,” ujar Kapolres.

    “Memang disitu dokumen durian semua, berdasarkan itulah kita ingin memastikan ada atau tidaknya penyalahgunaan dokumen,” lanjutnya.

    Polisi kemudian melakukan pengamanan terhadap 12 truck tersebut dan melakukan pemeriksaan terhadak saksi – saksi diantaranya supir truck dan saksi ahli dari Balai Pengelolaan Hutan Produksi (BPHP), Namun setelah melakukan pemeriksaan dengan memeriksa para saksi yang dikirim juga dari Pontianak dan telah melakukan pengukuran terhadap 12 truck kayu tersebut yang telah dituangkan di dalam berita acara disimpulkan bahwa kayu – kayu tersebut kayu jenis durian semuanya dan sah,” tegas Kapolres.
     
    Usai diamankan, Polisi mempunyai waktu 5 hari untuk melakukan pemeriksaan. “Dalam waktu 5 harilah kita optimal dengan melakukan pemeriksaan terhadap saksi – saksi dan dari keterangan saksi ahli menyatakan bahwa dokumen tersebut sah dan lengkap serta tidak ada aturan yang dilanggar sehingga kita lepaskan. Itulah langkah – langkah Polres Sanggau dalam rangka menyikapi informasi yang berkembang selama ini terkait maraknya penyalahgunaan dokumen hasil hutan dalam hal ini kayu,” tutup Kapolres.
    KOMENTAR