CONNECT WITH US
  • Deklarasi PDS, semangat wujudkan persaudaraan dayak satu darah

    Bagikan:
    Kembayan (Suara Sanggau) – Bertekad mewujudkan persaudaraan Dayak satu darah yang menembus skat sub-sub suku serta menyadari Dayak adalah takdir dan agama adalah pilihan, didorong oleh semangat untuk selalu memperjuangkan aspirasi bangsa Dayak, dalam menyatukan langkah, dibentuklah organisasi yang diberi nama Persaudaraan Dayak Serumpun (PDS) yang dideklarasikan di Rumah Betang Romin Bunuo Dusun Sebungkuh, Desa Sebongkuh, Kecamatan Kembayan, Rabu (21/11/2018) Siang.

    Bupati Sanggau Paolus Hadi yang menghadiri acara Deklarasi PDS ini dalam sambutannya mengapresiasi dibentuknya Organisasi Persaudaraan Dayak Serumpun.

    “Saya senang dengan bertambahnya satu lagi organisasi di Sanggau ini. Dibentuknya Persaudaraan Dayak Serumpun ini mempunyai tujuan baik yakni mempersatukan Dayak tanpa membeda-bedakan sub suku dan agama,” ucap Bapak Bupati.

    Di kesempatan yang sama, Presiden Majelis Adat Dayak Nasional (MADN) yang diwakili Sekjen MADN, Yakobus Kumis menyampaikan bahwa Dayak harus bersatu dan kuat sehingga bisa berjaya.

    Deklarasi PDS yang dihadiri lebih dari 500 orang undangan yang terdiri dari unsur Pemerintahan Kabupaten Sanggau, Sekjen MADN, pengurus DAD Kabupaten Sanggau, Forkompimcam Kembayan, Pengurus DAD Kecamatan Kembayan, Noyan, Beduai, Sekayam dan Entikong, serta sejumlah Temengung,  Tokoh dan pengurus adat, undangan serta masyarakat wilayah Sebungkuh lainnya.

    Christo S Lomon sebagai inisiator berdirinya PDS menjelaskan pembentukan PDS ini didasari rasa keterpanggilan insan-insan generasi muda Dayak untuk membangkitkan Persatuan Bangsa Dayak yang terlahir dari berbagai sub suku yang berbeda bahasa, terpisah wilayah, berbeda negara, namun banyak persamaan dalam seni dan budaya untuk menjadi Dayak yang bersaudara satu darah dan serumpun yang satu nasib dan sepenanggungan.

    Ketua Panitia Pelaksana Abrosius Kidul juga menyampaikan bahwa PDS merupakan organisasi indevenden yang berdasarkan Pancasila, UUD 1945 dan Bhineka Tunggal Ika.

    Hal ini dengan tegas dinyatakan oleh Selinus sebagai Dewan Pengarah PDS yang bertugas membacakan  Naskah Deklarasi Persaudaraan Dayak Serumpun yang terdiri dari tujuh poin, yakni:

    1. Darah Dayak Tetaplah Dayak, Kepercayaan Dan Agama Adalah Pilihan.

    2. Walau Berbeda-beda Sub Suku Tetapi Kami Adalah Dayak Yang Satu Darah.

    3. Kami Bertekad Memelihara Dan Meningkatkan Semangat Persatuan Dalam Persaudaraan Dayak Satu Darah.

    4. Menyakiti Satu Dayak Berarti Menyakiti Seluruh Bangsa Dayak.

    5. Kami Mendukung Dan Mengawal Tetap Tegaknya NKRI Yang Berdasarkan Pancasila, UUD 1945 Dan Bhineka Tunggal Ika.

    6. Kami Bertekad Memuliakan, Mengawal, dan Menegakkan Harga Diri dan Jati Diri Bangsa Dayak Beserta Lembaga Adat Dayak Dan Seluruh Perangkatnya.

    7. Kami Mendukung Dan Memperkuat Eksistensi Bangsa Dayak Serta Berperan Aktif Dalam Bidang Idiologi, Politik, Ekonomi, Sosial, Budaya, Pertahanan Dan Keamanan (Ipoleksosbudhamkan) Dalam Berbangsa Dan Bernegara.

    Deklarasi PDS ini berupakan bagian dari rangkaian acara Gawai Rakyat Dayak Serumpun yang dilaksanakan satu pekan yakni dari tanggal 19 sampai 25 November 2018, dan pada akhir pekan Sabtu, 25 November 2018, PDS menyelenggarakan Seminar dengan Tema “Merajut Dayak Satu Darah” dan ditutup dengan pertunjukan malam hiburan All Artis Dayak Sekayam Raya.

    Penulis: Nikodemus Niko

    KOMENTAR