CONNECT WITH US
  • FUMPE Menolak Ahmadiyah

    Bagikan:
    FUMPE Ketika meninggalkan ruang pertemuan

    SANGGAU(suarasanggau.co.id), Forum Umat Muslim Perbatasan (FUMPE) meninggalkan atau keluar  dari ruang dialog terkait Ahmadiyah yang difasilitasi Kantor Kementerian Agama Sanggau, Jumat (02/11/) siang.

    Ketua FUMPE Raden Nurdin tegas menolak berdialog dengan Ahmadiyah terkait ajaran yang mereka bawa di Entikong. Menurut Nurdin, Ahmadiyah jelas – jelas organisasi terlarang berdasarkan SKB tiga Menteri yakni Menteri Agama, Jaksa Agung dan Menteri Dalam Negeri yang diperkuat dengan keputusan Majelis Ulama Indonesia (MUI) nomor 11 tahun 2005 tentang aliran Ahmadiyah.

    “Saya ingin mengklarifikasi surat yang kami tujukan ke Kemenag waktu itu yang intinya kami ingin beraudiensi dengan Kemenag dan aparat hukum, jadi kami tidak mau lagi dialog dengan Ahmadiyah,” kata Raden Nurdin sebelum meninggalkan ruang dialog.

    Dikatakan Nurdin, sapaan akrabnya, FUMPE tidak ingin ada Ahmadiyah di Entikong.

    “Silakan ditempat lain, jangan ditempat kami. Kami yakin mereka (Ahmadiyah.red) ini pengkhianat agama. Ini forum terhormat tidak perlu lagi ngundang mereka,” kata Nurdin.

    Nurdin bahkan menantang Ahmadiyah untuk mubahallah (bersumpah) yang menyebut barang siapa yang menistakan Mirza Gulam Ahmad akan mati dihinakan.

    “Saya tantang bersumpah hari ini, kalau saya tidak mati dalam tiga hari saya minta kalian angkat kaki dari Entikong. Saya yakin Nabi Muhammad itu nabi terakhir dan anda yakin Mirza Gulam Ahmad itu nabi kalian, saya rasa tidak perlu berdebat, kita bersumpah saja hari ini,” pintanya

    Menyikapi aliran Ahmadiyah, Ketua MUI, H. Mustafa mengatakan SKB tiga Menteri tidak perlu didiskusikan lagi dan keputusan MUI nomor 11 tahun 2005 juga tidak untuk didiskusikan lagi, tinggal eksekusi.

    “Kami dari MUI pusat sampai ke daerah minta Pemerintah eksekusi fatwa MUI itu yakni melarang dan membubarkan Ahmadiyah. Jadi bukan untuk didiskusikan, apa yang mau didiskusikan. Panjang ceritanya dan hasilnya pasti tidak ketemu,” kata Ketua MUI.

    Ketua MUI menambahkan, kalau Pemerintah masih menganggap MUI itu sebagai rujukan untuk mengambil sebuah kebijakan, laksanakan fatwa MUI.

    “Larang dan bubarkan mereka, final sudah. Fatwa MUI tidak bisa dirubah, itu final,” tegasnya.

    Kepala Kantor Kemenag Sanggau H. M. Taufik membacakan SKB tiga Menteri yang melarang Ahmadiyah yang dipertegas oleh Kasi Bimas Islam H. Toyib yang meminta Ahmadiyah segera bertaubat.

    Hadir dalam dialog tersebut asisten II Setda Sanggau H. Roni Fauzan, Kepala Kantor Kemenag Sanggau H. M. Taufik, Waka Polres Sanggau Kompol. Dudung Setiawan, Pasiintel Kodim 1204/Sgu Oktafia Andri, Ketua MUI H. Mustafa, Kasi Bimas Islam Kemenag H. Toyib, Kasubag TU Kemenag Ahmad Saukani, Ketua FUMPE Raden Nurdin dan Mubaliq Ahmadiyah Arif Afandi.
    KOMENTAR