CONNECT WITH US
  • Polisi Kembali Gagalkan Pengiriman TKI

    Bagikan:

    9 orang TKI yang berhasil digagalkan pengirimannya ke malaysia
    SANGGAU(suarasanggau.co.id), Polres Sanggau kembali menangkap Penyelundup Tenaga Kerja Migran Indonesia ke Malaysia, Melalui unit Gasus Polres Sanggau bekerjasama dengan Polsek Kembayan melakukan razia di depan Mapolsek Kembayan dan menghentikan satu unit kendaraan roda empat jenis inova warna merah metalik nomor polisi 1275 SL.

    "Setelah kita lakukan pemeriksaan terhadap kendaraan yang dikemudikan oleh Burhan Sanjaya, ditemukan 9 orang penumpang yang bertujuan akan ke Malaysia,” kata Kapolres Sanggau AKBP. Imam Riyadi didampingi Kasat Reskrim Polres Sanggau AKP. Haryanto dalam press realese yang digelar di aula Graha Wira Pratama Polres Sanggau,rabu(21/11).

    Dari hasil pemeriksaan terhadap supir dan penumpang lanjut Kapolres, sebagian ada yang ingin bekerja dan ada sebagian yang ingin menemui keluarganya yang bekerja di Malaysia.


    “Diantara 9 orang itu, 7 orang memiliki paspor sementara 2 lainnya tidak memiliki paspor. Dua orang penumpang atasnama Sahbudin alias Budi dan Muhammad Hasbin alias Bin diajak oleh tersangka bernama Sabardin yang akan mempekerjakan mereka di perusahaan sawit di daerah Sibu Malaysia,” terang Kapolres.

    Dari hasil kejahatan tersebut, petugas mengamankan tersangka bernama Sabardin (42) warga Bima NTB berikut sejumlah barang bukti diantaranya 7 paspor dan kendaraan roda empat jenis Inova warna merah metalik.


    “Tersangka dan penumpang berikut barang bukti kita amankan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Untuk para penumpang akan dipulangkan ke kampung halamannya di Bima NTB,” ujar Kapolres.
    Terpisah, tersangka Sabardin saat diwawancarai sempat berkilah tidak mau membawa para pekerja migran tersebut.(cok).


    “Mula – mula cerita saya tidak mau membawa mereka itu, habis mereka suruh orang tua ngubungi saya nyuruh bawa anak – anak ini,” kilahnya.
    Tersangka mengaku bahwa penumpang yang ia bawa adalah keponakannya semua. Ia membantah mengurus keberangkatan para tenaga migran tersebut.


    “Bukan saya yang urus, dan untuk gaji tergantung, kalau mereka rajin dapat gaji, kalau malas ya tidak dapat. Mereka rencananya bekerja di perusahaan sawit,” ujarnya. Untuk masing – masing pekerja, mereka mengeluarkan biaya Rp5 – 6 juta untuk bisa bekerja di Malaysia.(cok)
    KOMENTAR