CONNECT WITH US
  • Seminar PDS, hadirkan narasumber berkelas Internasional

    Bagikan:
    Kembayan (Suara Sanggau) – Seminar Persaudaraan Dayak Serumpun (PDS) dengan Tema: “Merajut Dayak Satu Darah” yang diselenggarakan oleh Perkumpulan Persaudaran Dayak Serumpun di Rumah Betang Romin Bunuo, Dusun Sebungkuh, Desa Sebongkuh, Kecamatan Kembayan, Kabupaten Sanggau, dihadiri tidak kurang dari 100 orang yang terdiri dari Temenggung, Pateh, Pengurus Adat sekecamatan Kembayan, Tokoh Pemerintahan Desa Sebongkuh, Perhimpunan Perempuan Dayak (P2D), Orang Muda Katolik (OMK) Kecamatan sewilayah Sekayam, serta pelajar Putra Puteri Dayak di wilayah Kecamatan Kembayan berlangsung sukses, Sabtu (25/11/2018).

    Seminar PDS ini dimulai pukul 08.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB menghadirkan 7 Narasumber berkelas Internasional dan Nasional  dengan dua Moderator. Acara dibagi menjadi dua sesi.

    Sesi Pertama, Moderator Thomas, S.Pd., M.Si dengan empat Narasumber, yakni:
    1. Dr. Drs. Adrianus Asia Sidot, M.Si dengan materi berjudul Politik Pengelolaan Pemerintahan Perbatasan.
    2. Christo S Lomon dengan materi berjudul Pembangunan Ekonomi Masyarakat Perbatasan Sebagai Pendukung PAD Bagi DOB Sekayam Raya.
    3. Drs. Agustinus Clarus, M.Si dengan materi berjudul Politik Hubungan Internasional.
    4. Katharina Lies, S.Pd dengan materi berjudul Pemberdayaan Perempuan Dayak.

    Sesi Kedua, Moderator Daniel, S.Pd dengan tiga Narasumber, yakni:
    1. Eusabinus Bunau, S.Pd. M.Si dengan materi berjudul Merajut Dayak Satu Darah.
    2. Dr. Clarry Sada, M.Pd dengan materi berjudul Pemberdayaan Pendidikan Wilayah Perbatasan
    3. Viktorius Dunand, SE., M.Si dengan materi berjudul Strategi Pengelolaan Perbatasan.

    Peserta sangat antusias mengikuti acara seminar ini. Hal tersebut nampak dari banyaknya pertanyaan saran dan masukan yang disampaikan peserta.

    “Dalam hidup, kita tidak bisa jauh dari politik. Misalnya mengatur tata kelola keluarga saja ada unsur politiknya, maka sebagai generasi muda Dayak kita dukung agar banyak generasi kita yang terjun di dunia politik yang peduli memperjuangkan kemajuan dan kesejahteraan kita,” ungkap Iwan.

    Kepada Narasumber, Ketua DAD Kecamatan Kembayan Yoseph Andi juga menampaikan beberapa hal.

    “Di bidang aspek budaya, generasi muda masih banyak yang belum mau mempelajari budaya, hal ini menjadi tugas kita bersama sehingga budaya kita terus digali, dikembangkan, dipelihara dan dilestarikan. Bidang ekonomi, saat ini di wilayah kita ada bendungan Merowi, namun saat ini hanya menjadi monument tua semata, sehingga tidak berfungsi untuk meningkatkan ekonomi masyarakat. Bagaimana tindaklanjutnya?” tanyanya.

    Lebih lanjut Yoseph Andi juga menyarankan, Rumah Betang merupakan aset kita, namun disayangkan pemanfaatnya hanya dipakai pada moment gawai saja. Sebaiknya bisa digunakan untuk hal lain, misalnya untuk sekolah atau membuka perguruan tinggi, sarannya.

    Dalam kesempatan yang sama Antonius Toni generasi muda Dayak juga menyapaikan bahwa kesadaran pendidikan generasi muda Dayak terhitung masih rendah, bahkan ada yang tidak menamatkan pendidikan dasar. Oleh karena itu ia bertanya kepada kaum intelektual Dayak, apa program untuk meningkatkan kesadaran pendidikan generasi muda Dayak?, tanyanya.

    Masih banyak lagi pertanyaan yang disampaikan peserta, dan para narasumber mengapresiasi antusianya peserta.

    “Kami saat ini sudah ada mengelola proyek pemberdayaan dan dalam bidang riset ini kami juga lakukan untuk mempersiapkan kader-kader terbaik Dayak,” terang Agustinus Clarus.

    Salah satu Narasumber pada sesi kedua, Viktorius Dunand, SE., M.Si Administrator PLBN Entikong BNPP RI menyampaikan, saat ini sudah disiapkan Plaza Etitur di perbatasan Entikong yang bisa digunakan untuk acara gawai dan kreasi seni. Tempat tersebut bisa dilakukan setiap bulan.

    “Peluang investasi perdagangan di perbatasan sudah disiapkan untuk mendongkrap perekonomian di perbatasan. Secara khusus Kecamatan Entikong dan Kecamatan Sekayam sebagai Pusat Kegiatan Strategis Nasional (PKSN), Kecamatan Beduai dan Noyan juga termasuk dalam lokasi prioritas,” terangnya.

    Panitia mengucapkan terima kasih kepada para Narasumber dan moderator yang mengisi acara sehingga acara berlangsung sukses.

    Penulis: Nikodemus Niko
    KOMENTAR