CONNECT WITH US
  • Paolus Hadi Serahkan Sertifikat Tanah PTSL

    Bagikan:


    Bupati Serahkan Secara simbolis Kepada Pangeran Ratu Sanggau

    SANGGAU(suarasanggau.co.id), Bupati Sanggau Paolus Hadi menyerahkan secara simbolis  sebanyak 1.200 sertifikat tanah program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) kepada warga di wilayah Kabupaten Sanggau yang berlangsung di halaman Kantor Bupati Sanggau,Rabu (16/1/2019).


    Bupati Sanggau Paolus Hadi menyampaikan ucapan terimakasih kepada Pemerintah Pusat yang telah membuat program yang luar biasa kepada masyarakat melalui Penyerahan sertifikat PTSL kepada masyarakat se Kabupaten Sanggau yang merupakan wujud realisasi nawacita yang dicanangkan Pemerintah Pusat.

    “Kabupaten Sanggau termasuk yang terbesar menerima sertifikat ini, untuk penerima sertifikat supaya  betul-betul memanfaatkan sertifikat ini,”pesan pak Bupati.

    Mudah-mudahan masyarakat makin cerdas dalam penggunaannya karena ini adalah surat berharga dan  Tadi ada yang menyampaikan kepada saya karena dia baru kali inilah dapat sertifikat dan Bupati berharap Pemerintah mampu terus mengelola tanah ini dengan baik, yang mana yang menjadi hak rakyat, yang mana menjadi hak investor dan yang mana yang menjadi hak negara dapat tertata dengan baik ke depannya.

    “Masyarakat sekarang sudah sadar bahwa hak atas tanah itu penting,” ujar Paolus.

    Pada kesempatan itu Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kalbar, Samad Soemarga dalam sambutannya mengatakan penyerahan sertifikat ini merupakan bagian dari reforma agraria yang merupakan program Pemerintah yang harus kita dukung, termasuk Pemerintah Daerah, Forkompimda dan OPD di daerah.

    “Tanpa dukungan itu, tentu BPN tidak akan mampu bekerja maksimal karena tugas BPN hanya melegalkan hak atas tanah,”kata Samad.

    Samad mengaku bersyukur program PTSL di Kabupaten Sanggau mencapai target 100 persen yakni 8.450 sertifikat dan redistribusi tanah mencapai 7.500 sertifikat.


    “Kami mohon pak Bupati bisa menyerahkan sisa yang belum diserahkan secara simultan kepada masyarakat,” pintanya.

    Ditambahkannya, sertifikat tanah adalah barang berharga. Oleh karena itu harus dirawat, diamankan, termasuk bidang tanahnya, batas-batasnya harus dijaga.


    “Karena tiga tahun tanah itu setelah diberikan sertifikat tapi tidak dimanfaatkan, bisa dikategorikan tanah terlantar. Oleh karena itu pak Bupati kami mohon dukungannya karena masih banyak tanah di Pronvinsi dan di Kabupaten Sanggau ini yang belum disertifikatkan,” ujarnya.

    Kalau PTSL ini, lanjut dia, seluruh Desa itu dilakukan pengukuran dan diterbitkan sertifikatnya, termasuk tempat ibadah, pemakamam, perkantoran dan lain sebagainya.


    “Sebaiknya kita semua tertib administrasi dan tertib hukum agar wilayah kita terhindar dari konflik sosial akibat sengketa pertanahan,”harapnya.

    Untuk redistribusi tanah, tambahnya, berdasarkan empat komponen. Pertama pelepasan kawasan hutan, kedua 20 persen dari HGU, ketiga 20 persen dari APL yang dikuasi masyarakat dan ke empat tanah negara yang dikuasi oleh masyarakat itu sendiri.


    “Dan ini cukup banyak. Di provinsi Kalbar ada 230 ribu sertifikat pada tahun 2018 yang kita tertibkan,”jelas Samad

    Kepala BPN Sanggau Yuliana dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh penerima settifikat PTSL. Ia mengingatkan agar sertifikat yang telah diterima dijaga dengan sebaik-baiknya.kegiatan PTSL tahun 2018 menargetkan 10.000 peta bidang dimana 8.450 diantaranya berupa produk sertifikat hak atas tanah.

    “Tolong  sertifikatnya difoto kopi, untuk yang asli disimpan dalam sampul plastik biar tidak mudah basah dan disimpan ditempat yang aman,” kata Yuliana.

    Yuliana juga menyampaikan  kegiatan PTSL dilaksanakan di 9 Kecamatan mencakup 31 Desa. Sedangkan untuk restribusi tanah tahun 2018 target sertifikat hak atas tanah sebanyak 7.500 bidang dilaksanakan dilaksanakan di 10 Kecamatan mencakup 21 Desa. Dengan adanya program PTSL dan restribusi tanah tahun 2018 ini diharapkan dapat memberikan manfaat terutama dalam memberikan kepastian hukum hak atas tanah yang dimiliki.

    “Kami berharap dapat terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Kabupaten Sanggau untuk mengurangi konflik pertanahan dan sengketa tanah lahan serta memberikan program pemberdayaan masyarakat bekerjasama dengan pihak terkait,”pungkasnya.


    Turut hadir  dalam penyerahan sertifikat program PTSL tersebut  Asisten satu Setda Pemprov Kalbar, Kepala Kanwil BPN Provinsi Kalbar, Wakil Bupati Sanggau,  Forkompimda Sanggau, Kepala BPN Sanggau dan Sekadau, Sejumlah tokoh masyarakat dan tokoh adat di Kabupaten Sanggau.


    KOMENTAR