CONNECT WITH US
  • Polres Sanggau salurkan bantuan kepada korban banjir

    Bagikan:
    Sanggau (Suara Sanggau) – Menyikapi adanya Banjir Bandang yang terjadi di wilayah Kabupaten Sanggau yang berada di Kecamatan Kapuas serta Kecamatan Meliau Polres Sanggau salurkan Bantuan kepada para korban. 

    Kapolres Sanggau AKBP Imam Riyadi mengaku prihatin atas musibah banjir yang melanda beberapa wilayah di Kabupaten Sanggau. Untuk itu, pihaknya bergerak cepat untuk memberikan bantuan yang dibutuhkan para korban banjir. Bantuan yang diberikan berupa beras, mie instan, air mineral dan obat-obatan.

    "Hari ini bantuan langsung kami serahkan kelokasi-lokasi banjir baik yang berada di Kecamatan Kapuas maupun Kecamatan Meliau," kata Kapolres ketika ditemui hendak menuju lokasi  banjir, Rabu (9/1/2019).

    Kapolres menyebut diawal tahun ini dihampir seluruh wilayah di tanah air sedang menghadapi cuaca ekstrem. Oleh karenanya, masyarakat khususnya di wilayah Kabupaten Sanggau diminta untuk tetap waspada menghadapi segala kemungkinan yang terjadi. Kepada seluruh stak holder terkait bersama masyarakat dan pemerintah diminta siaga menghadapi bencana-bencana susulan ini.

    "Kita juga akan berkolaborasi memberikan bantuan kepada saudara-saudara kita yang menjadi korban banjir yang terjadii di wilayah Kabupaten Sanggau," ujarnya.

    Sementara itu, Sekretaris BPBD Kabupaten Sanggau Bernadus Anggoi menyampaikan bahwa saat ini banjir telah berangsur-angsur surut. Dari hasil pendataan pihaknya, diperoleh infornasi bahwa jumlah rumah yang  terendam di desa Kunyil Kecamatan Meliau sebanyak 106 rumah, 106 kk, 342 jiwa,  Dusun Lalau Agung 21 kk 70 jiwa, Dusun Embuan 15 kk 51 jiwa, Bayor Permai 1 kk 4 jiwa, Kunyil 2 kk 11 jiwa, Balai putih 67 kk 206 jiwa.

    Sementara untuk banjir Bandang di Desa Lintang Pelaman terjadi pada hari Senin, (7/1/2019) pukul 07.00 WIB hingga pukul 03.00 Wib dini hari Selasa (8 /1/2019).

    Dampak dari banjir bandang tersebut diantaranya jembatan lintang pelaman dengan lebar 3M panjang 40m ditambah elevasi 20 m dan Jembatan km 9 dengan lebar 4 M serta panjang 35 mtr mengalami kerusakan yang dipicu dari dampak abrasi. Untuk jumlah rumah yang terendam sebanyak 72 unit.

    Bernadus Anggoi menyebut, kebutuhan mendesak saat ini yang di butuhkan para korban adalah beras karena sebagian besar warga yang rumahnya terendam, beras mereka juga ikut terendam.

    Penulis: Tim Liputan

    KOMENTAR