CONNECT WITH US
  • Bea Cukai Entikong Siap Wujudkan WBK dan WBBM di Entikong

    Bagikan:

    ENTIKONG (Suara Sanggau) - Bea Cukai Entikong komitmen mewujudkan zona integritas wilayah bebas dari korupsi (WBK) dan wilayah birokrasi bersih dan melayani (WBBM).

    "Kami berupaya melakukan perubahan yang lebih baik dan berkomitmen untuk mewujudkan wilayah bebas korupsi dan mengedepankan pelayanan yang baik," tegas kepala Bea Cukai Entikong, P. Dwi. Jogyastara, Kamis (21/2/2019).

    P. Dwi. Jogyastara menyampaikan, Perubahan mutlak dilakukan untuk kearah yang lebih baik di dalam meningkatkan pelayanan. Kami akui tahun 2014 ke bawah, pelayanan masih kurang baik dan menjadi sejarah kelam bagi Bea Cukai Entikong. 

    "Sekarang kami telah melakukan pembenahan baik terhadap pelayanan, pemeriksaan barang yang melintas. Pembatasan produk dari Malaysia juga sudah dilakukan, terutama gula. Produk Malaysia hanya boleh beredar di Perbatasan," jelas P. Dwi. Jogyastara.

    Berhasilnya pembatasan produk yang masuk dan peredaran barang ilegal tidak bisa dilakukan oleh bea cukai sendiri, atas sinergis instansi terkait pengawasan produk ilegal bisa dilakukan.

    Menuju WBK dan WBBM melalui proses yang cukup panjang, sehingga tahun 2019 Bea Cukai Entikong siap  membangun  zona integritas menuju wilayah bebas korupsi dan wilayah birokrasi bersih dan melayani. 

    Zona integritas itu adalah komitmen untuk meningkatkan pelayanan publik yang bebas dari KKN, menuju zona integritas adalah tidak mudah namun tidak mustahil dilakukan.

    "Ini adalah langkah besar dari bea cukai Entikong untuk menuju pelayanan publik yang lebih baik dan bebas dari KKN," ungkap Juli Puhadi, Kabid Kepatuhan Internal DJBC Kalbar.

    Agus  Prihadi kepala ombudsman perwakilan Kalbar, mengatakan Pencanangan zona integritas ini jelas patut kita apresiasi terutama menyangkut pelayanan publik.

    "Banyak tahapan dan proses yang harus dilewati, karena itu masyarakat dan tokoh adat mari bersama-sama mengawasi proses ini," ujar Agus Prihadi. 

    Penulis : Agus Alfian
    Editor  : Nikodemus Niko
    KOMENTAR