CONNECT WITH US
  • JPU Kejari Sanggau, Kepemilikan Sabu dan Ekstasi Terancam Hukuman Mati

    Bagikan:
    Sidang Pidana Narkotika di PN Sanggau

    SANGGAU (Suara Sanggau) -  Kepemilikan sabu 7,2 Kg dan 21.727 butir ekstasi atas nama terdakwa M. Effendi bin Phan Cin Kian alias Afen, dituntut hukuman mati oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Sanggau Iman Khilman didampingi JPU Kejati Kalimantan Barat dalam sidang tindak pidana narkotika yang digelar di Pengadilan Negeri Sanggau, Selasa (12/2/2019) sore.

    Sidang yang dipimpin oleh hakim ketua I Ketut Somansa, Albanus Asnanto sebagai hakim anggota I dan Maulana Abdillah sebagai hakim anggota II itu mengangendakan pembacaan tuntutan JPU.

    Kepala Kejaksaan Negeri Sanggau melalui Kepala Seksi Pidana Umum Kejaksaan Negeri Sanggau, Adityo Utomo ditemui wartawan di Kantornya, Rabu (13/2/2019) siang menyampaikan bahwa terdakwa M. Effendi bin Phan Cin Kian alias Afen terbukti melakukan tindak pidana percobaan atau permufakatan jahat untuk melakukan tindak pidana narkotika dan precursor narkotika tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam hal jual beli, menukar atau menyerahkan narkotika golongan I bukan tanaman yang melebihi beratnya 5 gram sebagaimana diatur dalam pasal 114 ayat (2) junto pasal 132 ayat (1) UU RI tahun 2009 tentang narkotika sebagaimana surat dakwaan JPU.

    Adit, sapaan akrabnya menyampaikan, untuk sidang selanjutnya akan digelar pada tanggal 19 Februari 2019 dengan agenda pembacaan nota pembelaan atau pledoi terdakwa.

    Sebagaimana diberitakan sebelumnya, rekan M. Effendi bin Phan Cin Kian alias Afen yakni Yoyok sudah terlebih dahulu dijatuhi hukuman mati, sedangkan rekannya Andi Alfen divonis 15 tahun penjara dan denda Rp1,5 miliar subsidair tiga bulan kurungan. Sebagai informasi, bahwa Suprayogi maupun Andi Alfen ditangkap oleh BNN RI pada 26 Maret 2018 lalu di wilayah Simpang Tanjung, Kecamatan Tayan Hulu dengan barang berupa sabu seberat 7,2 kilogram dan 21.727 butir ektasi. 

    Satu tersangka berinisial CU masuk daftar pencarian orang. Diketahui bahwa Yoyok sudah tiga kali membawa barang haram tersebut masuk ke Indonesia. Pada pembawaan barang yang keempat kali ia berhasil diringkus oleh BNN RI di Kabupaten Sanggau. Barang berupa sabu dan ekstasi tersebut dibawa dengan kemasan dalam tas besar berwarna hitam dengan lis merah di beberapa bagian.

    Penulis : Ucok
    Editor  : Nikodemus Niko
    KOMENTAR