CONNECT WITH US
  • Kapolres Sanggau: Saling menghargai harus dijunjung tinggi

    Bagikan:
    Sanggau (Suara Sanggau)- Kapolres Sanggau AKBP Imam Riyadi menegaskan, harus bangga sebagai warga Kalbar yang kaya akan budaya dan terbiasa hidup dalam keberagaman.

    "Karena hingga saat ini kita semua masih dapat hidup rukun sebagai bangsa yang beradap.Dinamika politik dan keamanan global,Regional,serta nasional sama sama dapat kita antisipasi dan cekal untuk tidak ikut terjadi didaerah kita,"ungkapnya pada apel gelar pasukan Liong kapuas dan Launching program kepolisian sanggau Bepadah yang berlangsung Senin (4/2) di halaman polres.

    Gelar pasukan itu,dihadiri Bupati Paolus Hadi, Komandan Kodim 1204,Tokoh masyarat,Muspida serta undangan lainnya.

    Saling menghargai perbedaan harus kita junjung tinggi dalam kejifupan sehari hari,semangat untuk senantiasa bersinergi dan harmonis dalam menciptakan dan memelihara keamanan dan ketertiban.

    "Seperti inilah yang harus kita contohkan kepada dunia,karena dengan itulah kita dengan tenang bersama sama mrmbangun daetah kita untuk lebih maju lagi dan tidak kalah dengan daerah lainnya demi keselamatan bersama," kata Kapolres

    Dijelaskannya pula,keberhasilan Liong kapuas tahun lalu dapat kita buktikan dengan adanya data perbandingan antara2017 dengan 2018 dimaba terjadi penurunan pelanggaran kejahatan dari 182 kasus ditahun 2017 dapat ditekan sebanyak 167 kasus pada 2018 terjadi penurununan 15 kasus atau turun 8,2 persen.

    Secara keseluruhan untik kasus Atensi menonjol terjadi penurunan dari 53 kasus ditah7n 2017 mrnjadi 40 kasus di tahun 2018 terjadi penurunan sebanyak 13 atau 24,5 persen,sementara untuk pelanggaran lalu lintas juga mengalami penurunan pada tahun 2017 terjadi 1311 kasus dan tahun 2018 1270 kasus turun 41 kasus atau 3 13 persen.

    "Kita harus bersyukur atas segala capaian yang telah kita raih bersama TNI-Polri,Unsur forkompimda dan para stake holder dalam bersinergi turut andil membantu pemerontaj dalam memberikan rasa aman,dan damai pada setiap event perayaan umat beragama,"urainya.

    Dakatakannya,perayaan imlek dan Cap Go Meh  berbagai dinamikanya,dan ini memerlukan jaminan stabilitas kamtifmas agar setiap rangkaian ritual keagamaan dapat berjalan dengan tertib dan aman.

    "Dengan suksesnya perayaan tersebut,beraarti kita semua telah berkontribusi untuk membangun fondasi yang kokoh untuk melanjutkan pembangunan demi kesejahtraan bersama,"ungkapnya.

    Pada konteks inilah peranan TNI-Polri dan seluruh satkeholdrs operasi kepolisian liong kapuad 2019 sangat besar dalam mengawal dan mengamankan seluruh proses petayaan imlek dan cap go meh 2019.

    Untuk itu,kapolres perintahkan kepada seluruh anggota dilapangan untuk melakukan deteksi dini,terkait fenomena yang berkembang dalam masyarakat,yang berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas agar dapat diantisipasi dengan baik.

    Seperti adanya kelompok intoleransi yang menganggap dirinya paling benar,orang lain dianggapnya salah.
    Gelar pasukan itu,ditandai dengan penekanan tombol yang dilakukan Kapolres,Bupati Sanggau Paolus Hadi dan Danfim 1204.

    Penulis: Hermansyah
    Editor: Kun
    KOMENTAR