CONNECT WITH US
  • DAD Entikong Gelar Sidang Adat Pelecehan Adat Dayak

    Bagikan:
    Sidang Adat Dayak pelecehan Adat Dayak, di Sekretariat DAD Entikong

    Entikong (Suara Sanggau) - Memenuhi pemanggilan Dewan Adat Dayak (DAD) Entikong, AC dan R menghadiri sidang adat Dayak yang dipimpin oleh Ketua DAD Entikong Antonius Angeu, S.IP., Kamis (28/3/2019) pagi.

    "Sidang Adat Dayak ini kita laksanakan menindaklanjuti kejadian perselisihan, perkara dugaan pemukulan yang dilakukan AC terhadap PR petugas Bea Cukai (BC) Entikong yang terjadi pada hari Jumat, 15 Maret 2019 lalu, yang menimbulkan ketegangan sampai berlanjut ke pihak berwajib," kata Antonius Angeu dalam pengantarnya.

    Lebih lanjut disampaikannya, sidang adat yang dilaksanakan ini berdasarkan Surat Laporan Pengaduan Kasus Adat yang dibuat oleh AC tertanggal 21 Maret 2019 kepada DAD Entikong, dimana dalam surat laporan tersebut ada dua poin yang disampaikan yakni adanya pelecehan tokoh Dayak dan pelecehan Adat Dayak.


    Dalam sidang tersebut R mengakui dan membenarkan ada menucapkan kata-kata "Perkara ini harus diselesaikan secara hukum positif, kami tidak mau diselesaikan secara adat Dayak" yang disampaikannya di Mapolsek Entikong.

    Dalam sidang adat tersebut, disampaikan kembali oleh AC, berkaitan dengan insiden pada tanggal 15 Maret 2019 lalu, sebenarnya telah diupayakan penyelesaian dengan cara damai atau kekeluargaan, namun ketika kesepakatan damai hendak dilaksanakan, R salah satu pegawai Bea Cukai Entikong tiba-tiba mendatangi pihak-pihak yang sedang mengadakan perundingan di Mapolsek Entikong dan saat bersalaman dengan saya, ia mengatakan "Kamu mabuk ya, mabuk ya, mabuk kah", dan ketika si R diberikan kesempatan berbicara, ia menganulir semua isi kesepakatan dengan berkata "Perkara ini harus diselesaikan secara hukum positif, kami tidak mau diselesaikan secara adat Dayak", papar AC.

    Keterangan tersebut dibenarkan juga oleh Banison Mawan, Tokoh Masyarakat Dayak Entikong.

    "Saya mendengar ucapan tersebut, dan polisi juga banyak mendengar hal tersebut," akunya.

    Dari hasil Sidang Adat Dayak Kecamatan Entikong tersebut dihasilkan beberapa keputusan, yakni: Kedua belah pihak bersepakat untuk menggelar Sidang Adat sesuai hukum adat Dayak Kecamatan Entikong. Pihak R pegawai Bea Cukai Entikong mengakui telah menuduh pihak AC mabuk, serta pihak R juga mengakui telah melakukan pelecehan terhadap hukum Adat Dayak dan menerima masalah ini diselesaikan secara hukum Adat Dayak.

    Hadir juga dalam acara ini, Kepala Kantor Bea Cukai Entikong, P. Dwi Jogyastara, Temenggung DAD Kecamatan Entikong Donatus Mustaat, Teguh Iman Nugraha pegawai BC, serta tokoh adat Entikong dan Persaudaraan Dayak Serumpun (PDS).

    Di akhir acara Ketua DAD Entikong menyampaikan, gelar sidang adat ke dua dilaksanakan setelah ada pertemuan internal DAD Entikong dengan para Timanggong Binua, karena kasus ini menyangkut masyarakat Adat Dayak, jelasnya.

    Penulis : Nikodemus Niko
    KOMENTAR