CONNECT WITH US
  • Yohanes Ontot: PKL tidak menempati lapaknya di Pasar Jarai, kita berikan kepada yang Lain

    Bagikan:
    kawasan Pasar Jarai, Kabupaten Sanggau

    Sanggau (Suara Sanggau) - Pedagang Kaki Lima (PKL) yang menggelar dagangannya di depan Pasar Jarai sudah mulai tertib.
    Mereka digiring oleh petugas Pol PP dan Polsek serta Danramil Kapuas untuk menempati  lapak yang berada di dalam Pasar Jarai.

    Menurut Sutrisno Salah Seorang Anggota Satpol PP, ia bersama rekannya yang lain, sejak Pukul 03.30 Wib sudah berada  kawasan Pasar Jarai, untuk menertibkan mereka yang mau berjualan di pinggir jalan.

    "Kita larang lagi PKL berjualan sembarangan tempat, maka mereka kita giring ke tempat yang telah disediakan. Jika mereka sudah berjualan di situ (pinggir jalan - Red), baru kita tertibkan. memang serba sulit juga, namun demi ketertiban pasar maka kita tegaskan agar jangan berjualan lagi di pinggir jalan, karena memang pemerintah sudah siapkan tempat yang lebih layak. Alhamdulillah, sekarang mereka semuanya sudah  berjualan di dalam pasar Jarai," kata Edy Sutrisno.

    "Kita menggiring PKL berjualan pada lapak yang ditentukan, dengan maksud agar arus lalu lintas di kawasan tersebut jadi lancar. Biasa kita mau jalan saja susah," kata Safaria yang tiap pagi selalu berbelanja di tempat tersebut, bahkan kata ibu 3 orang anak ini, Kota kita kelihatan lebih Asri dan tertata dengan baik.

    ANCAM DITARIK KEMBALI

    Pedagang yang sudah mendapatkan fasilitas baik lapak maupun kios mereka harus segera mengisi sesuai dengan kepemilikan yang telah diberikan, jika hingga 1 April 2019 ini mereka belum juga memanfaatkan atau berjualan di tempat yang kita berikan, dengan sangat terpaksa lapak atau kios tetsebut akan kita tarik, dan kita berikan kepada mereka yang segera mau menempatinya, Kata Kepala Disperindagkop UKM Sy.Ibnu Marwan,Msi.

    Penegasan Wakil Bupati Sanggau untuk menarik kios atau lapak yang belum buka pada ahir Maret ini, disampaikannya Wakil Bupati ketika melakukan sidak awal maret lalu. Semuanya mendengar, jadi jika kios itu kita alihkan ke yang lain jangan lagi ada  yang komplen lagi, kata Marwan.

    Di saat Yohanes Ontot melakukan sidak awal Maret lalu, ia mendapat pengawalan dari Satuan Polisi Pamong Praja. Wabup menghampiri  para pedagang satu persatu dan berdialog dengan mereka yang masih berjualan di bahu jalan, Jalan Gajah Mada.
    Setelah mendapat masukan dari pedagang Wabup mengambil sikap, tanggal 1 April 2019, semua harus sudah ke Pasar Jarai. Tidak ada lagi berjualan di pinggir jalan.

    "Saya minta kepada Kadis Perindagkop UKM, jika masih ada yang belum menempatinya kios atau lapak tersebut berikan kepada yang lain, kita sudah cukup toleransi," tegasnya.

    Sumber : Hermansyah
    Editor   : Nikodemus Niko
    KOMENTAR