CONNECT WITH US
  • Produksi TBS Stagnan, Pengurus KUD Semegah Gelar Rapat Koordinasi Bahas Pengaktifan Loading Ramp

    Bagikan:
    Rapat koordinasi KUD Semegah dengan perwakilan petani plasma Kebun PT. KGP

    Kembayan (Suara Sanggau) - Sehubungan dengan penertiban armada angkutan di areal Kebun Plasma KUD Semegah dan pengaktifan Loading Ramp, Pengurus KUD Semegah menggelar rapat di GPU Benua Sompe Kantor Kembayan, Sabtu (13/4/2019).

    Hadir dalam kegiatan ini Camat Kembayan, Kapolsek yang diwakili Wakapolsek Kembayan, Ketua DAD Kecamatan Kembayan, Manajer PT. KGP, Pengurus UUO/TPK, dan Ketua Kelompok Tani Plasma KUD Semegah PT. KGP.

    Dalam pengantarnya Yohanes Anes Sekretaris Pengurus KUD Semegah menyampaikan, diadakannya rapat kali ini sehubungan dengan kondisi stagnannya produksi TBS Kebun Plasma wilayah Kembayan, yang berimbas pada tunggakkan angsuran KUR di BRI Unit Sosok dan sulitnya upaya KUD Semegah untuk mengembalikan USP kepada petani anggota.

    Ketua Pengurus KUD Semegah Dionus Haryono, S.Pd dalam kata sambutannya menyampaikan, kita ada upaya untuk penertiban armada angkutan. Ini merupakan pertemuan yang ke tiga kali dalam upaya kita menertibkan petani plasma kita.

    "Upaya-upaya kita dalam penertiban ini, yakni kami sudah menyurati para pihak. Kita merasa dirugikan dengan kondisi ketidak tertiban ini. Beberapa dampak yang belum kita ketahui terkait macetnya angsuran cicilan usaha mikronya di BRI Sosok, ini berpengaruh dengan kelangsungan usaha kita yang berkitan dengan urusan perbankkan," paparnya.

    Lebih lanjut dikemukakannya, kapling-kapling petani kita yang tidak terurus dengan baik, bisa berakibat pada dampak tidak mengkasilnya kebun petani, yang pada akhirnya bisa terjual kebun plasmanya. Jika hal ini dibiarkan saja terjadi, maka akan menjadi permasalahan dalam pengembalian pinjaman petani yang ada di bank. Kita tidak ingin membiarkan kondisi seperti ini.

    "Kedepannya kami sudah ada koordinasi dengan pihak Bank berkaitan dengan kelancaran program KUR. Untuk melayani petani plasma, kita sudah buat Loading Ramp dan bahkan kita juga siapkan armada angkutannya serta pupuk juga kita siapkan," katanya.

    Pada kesempatan yang sama Ketua DAD Kembayan Yoseph Andi, SP., menyampaikan, saya memikirkan PT. KGP, KUD Semegah. Petaninya sebagian besar adalah orang Dayak, maka kami DAD punya kewajiban moral mengayomi masyarakat adat agar mereka ada peningkatan pada asfek ekonomi. Hambatan yang kita hadapi harus diatasi oleh kita semua. Walaupun hal ini tidak semudah membalik telapak tangan.

    "Saya melihat investasi yang ditanamkan ini sangat banyak dan ini menjadi tanggungjawab bersama demi ekonomi masyarakat yang lebih baik. Karena itu perlu penguatan kelembagaan, perlu pendampingan dan pembinaan karena petani plasma adalah mesin produksi yang harus diberdayakan," harapnya.

    Dalam sambutannya Camat Kembayan Drs. Inosensius Nono, menyampaikan, ada tiga poin yang dibahas yakni terkait penertiban armada angkutan, TBS semua harus dijual ke PKS PT. KGP dan pengaktifan Loading Ramp yang sudah dibangun oleh PT. KGP.

    "Kita berharap pada hari ini kita bisa membuat komitmen yang baik, supaya kebun kita sehat, PKS kita sehat sehingga pada akhirnya kehidupan petani menjadi lebih baik demi masa depan masyarakat kita," pesannya.

    Elizar Susanto (berdiri) Estate Manager KBE PT. KGP menjelaskan sistim pengelolaan kebun plasma

    Elizar Susanto Estate Manager KBE PT. KGP menyampaikan, per 2 Januari 2019, sistim pengelolaan kebun plasma sudah kita serahkan kepada petani, artinya pengelolaan seutuhnya kita ada pada petani dan KUD berperan sebagai wadah pembinaan.

    "Yang penting adalah dari nilai pendapatan petani semakin meningkat. Ini merupakan lompatan yang luar biasa, dan ini lebih baik jika dikelola dengan lebih baik melalui organisasi. Dalam hal ini perlu kesiapan KUD dalam memberikan pembinaan dan mengorganisir petani bisa lebih baik," harapnya.

    Kondisi saat ini, petani sudah masing-masing bergerak. Sistim panen dan pengangkutan sudah masing-masing dan susah kita kontrol. Bahkan petani mengangkut buah sampai jauh malam. Efek dan resikonya bisa saja buah tetangga beresiko hilang. Hal ini sudah ada beberapa kasus yang kita temui. Selain itu juga dampak kerusakan jalan karena kurangnya perawatan jalan. Pada kesempatan ini kita harap sistim keamanan kita buat, armada yang masuk kita catat dan kita sepakati juga batasan jam muatnya. Artinya setiap petani mandiri dan petani plasma membuat jadwal panen sehingga pengangkutan buat tidak sampai larut malam karena jadwalnya sudah teratur, harapnya.

    "Kita mewajibkan petani plasma menjual TBSnya kepada PT. KGP dan transaksi pembayaran kita lakukan secara tunai. Kerjasama armada angkutan kita akan tata kembali. Kita juga akan meningkatkan sistim keamanan dengan membuat portal. Ini kita lakukan demi kebaikan bersama. Paling lambat pada 25 April 2019 ini loading ramp akan kita aktifkan," tegasnya.

    Penulis : Nikodemus Niko
    KOMENTAR