CONNECT WITH US
  • Akhirnya Pembunuh Pelajar di Tayan Hulu Terungkap

    Bagikan:
    Kapolres Ketika Melakukan Press Relese Pembunuhan di Tayan Hulu

    Sanggau (Suara Sanggau) - Misteri pembunuhan Seorang pelajar salah satu SMP di Kecamatan Tayan Hulu yang ditemukan warga pada selasa (30/4/2019), berhasil diungkap oleh Polres Sanggau dalam waktu tidak sampai 1 x 24 jam dengan tersangka pelaku adalah ayah tirinya sendiri (RW).

    Kapolres Sanggau AKBP Imam Riyadi dalam Press release di Mapolres Sanggau mengatakan, mayat  AT(16) pertama kali ditemukan oleh Januarius ketika hendak keladang dan mencium bau busuk yang menyengat di sekitar ladangnya.

    “Setelah dicari ternyata terlihat kaki korban yang terkubur di dalam galian tanah warga," kata Kapolres Sanggau AKBP. Imam Riyadi, Rabu (1/4/2019).

    Atas temuan tersebut, kemudian warga kemudian melapor ke Polsek Tayan Hulu. Selanjutnya Polsek Tayan Hulu bersama Polres Sanggau langsung ke tempat kejadian perkara (TKP) guna melakukan olah TKP dan mengumpulkan barang bukti dan keterangan yang ada di TKP hingga tim berhasil mengidentifikasi korban.

    "Korban sudah tiga hari hilang dan baru ditemukam Selasa kemarin dengan  kondisi telah meninggal dunia yang berada di dalam galian tanah di ladang warga," ujar  Kapolres.

    Kemudian Polres Sanggau berkoordinasi dengan Biddokes Polda Kalbar untuk melakukan otopsi terhadap korban, dan setelah melakukan pengumpulan barang bukti dan keterangan, termasuk dari pihak sekolah, teman dekat, kerabat dan ibu kandung korban dan ayah tiri korban diperoleh kesimpukan bahwa ayah tiri korban bernama RW adalah pelakunya.

    "Setelah diperiksa pelaku mengakui perbuatannya, Pelaku sering mengantar dan menjemput korban sekolah," jelas Kapolres.

    AKBP Imam Riyadi menambahkan, Kronologis kejadiannya yaitu  usai dijemput dari sekolah, pelaku mengantar korban ke salah satu ladang warga dan lalu pelaku memperkosa korban. Setelah selesai melampiaskan nafsunya mereka (korban dan pelaku) Sempat cek cok mulut karena korban merasa masa depannya sudah hancur sehingga menuntut pertanggungjawaban pelaku.

    “Ini yang membuat pelaku marah dan kemudian mendorong korban ke parit hingga tersungkur, kemudian mencekiknya lalu dipukul dengan batu besar dan di kubur dalam galian tanah yang sudah ada dan menimbunnya dengan bantuan sebatang  kayu untuk mencongkel tanah namun kaki korban tidak tertutup," ungkap Kapolres.

    Kapolres menyebut, korban sudah tiga kali diperkosa olah pelaku. Yang pertama dan kedua dilakukan di rumahnya pada tahun 2018 lalu dan terakhir terjadi pada kasus ini dan Pelaku  diancam dengan Undang-undang perlindungan anak dengan ancaman hukuman seumur hidup. (DD)

    Editor : Nikodemus Niko

    KOMENTAR