CONNECT WITH US
  • Dinas Kominfo Sanggau Sosialisasi Anti Hoax di Sekolah

    Bagikan:
    Suasana siswa SD dengarkan sosialisasi tentang anti hoax
    Sanggau (Suara Sanggau)- Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Sanggau gelar sosialisasi “Anti Hoax”
    ditiap sekolah.  Seperti yang dilakukan Senin (19/8 2019) di Sekolah Dasar Negeri 02 Sanggau.

    Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kabupaten Sanggau diwakili Kasi Pengelolaan Informasi Publik Diskominfo Kabupaten Sanggau Ishak, S.Sos, M.AP selaku narasumber, serta didampingi Plh.Kepala Sekolah SDN 02 Sanggau Abang Aspiadi, S.Pd.SD dan para guru, serta siswa-siswi SDN 02 Sanggau.

    Menurut Ishak selaku narasumber menyampaikan maksud dan tujuan diadakan sosialisasi ini yaitu agar para adek-adek (pelajar) jangan sampai menjadi bagian pelaku berita bohong (hoax), penyebar atau pun korban dari berita hoax tersebut.

    “Dulu ada istilah mulutmu harimaumu, maka hati-hati karena dizaman sekarang istilahnya berubah menjadi jempolmu adalah harimaumu. Hal ini disebabkan karena meningkatnya kemajuan teknologi sehingga terjadi peningkatan dalam penyebaran informasi dan juga banyaknya tersebar berita hoax dimasyarakat,” ujar Kasi PIP Diskominfo Sanggau.

    Dengan kondisi tersebut menuntut kepada kita semua untuk memiliki kemampuan untuk mendeteksi dan menghentikan hoax tersebut.

    “Perlu kita ketahui bahwa ada istilah internet sehat, yaitu mengikuti norma, etika dan mengikuti aturan dalam dunia ITE (Informasi Transaksi Elektronik). Dengan maksud bahwa ada undang-undang yang mengatur informasi tentang elektronik, apa bila ada yang menyebar informasi bohong maka bisa dipenjara,” tegasnya.

    Ishak, selaku narasumber juga menjelaskan kepada siswa-siswi terkait dampak positif dari internet atau media sosial (medsos) tersebut.

    “Dampak positif dari internet atau media sosial, yakni komunikasi dan interaksi membuat yang jauh menjadi dekat, kreatifitas menghasilkan, memberikan peluang usaha dan kesempatan kerja, membangun relasi dan komunitas, menolong dan empati, berbagi ilmu pengetahuan dan destinasi wisata,” jelasnya.

    Lanjut dikatakannya, bahwa dijelaskan narasumber adapun yang menjadi dampak negatif dari internet atau media sosial tersebut.

    “Adapun yang menjadi dampak negatif dari internet atau medsos yakni, menjauhkan yang dekat, minimnya sosialisasi dengan lingkungan sekitar, rawan terjadi perselisihan, kejahatan semakin banyak dan mengurangi waktu belajar,” katanya.

    Lebih lanjut, dijelaskannya terkait beberapa dampak negatif dari selfie yang berlebihan.

    “Berbicara tentang bahayanya selfie yang berlebihan juga bisa berakibat fatal, seperti bisa mengundang tindakan kejahatan, merugikan diri sendiri, gangguan psikologis dan juga bisa menyebabkan kecelakaan. Adapun pesan kami untuk anak-anak pelajar semuanya, untuk bisa menggunakan teknologi dengan bijak, yang bisa mendatangkan manfaat bagi kita,” lanjutnya.

    Kembali dijelaskan, Ishak selaku Kasi PIP Diskominfo Kabupaten Sanggau menyampaikan bahwa hoax merupakan sebuah tipuan atau kebohongan yang menyamar sebagai kebenaran.

    “Adapun yang menjadi ciri-ciri hoax yakni, judul cenderung provokatif, isi berita sensasional, memanfaatkan isu terkini dan tidak termuat dalam media lain. Yang menjadi tujuan orang dalam menyampaikan informasi hoax yaitu, untuk menipu, menebar kebencian, mengadu domba dan mengundang simpatik,” tuturnya.

    Narasumber juga menjelaskan bagaimana cara menghindari hoax, yakni cek infomasi dan memeriksa sumber hoax, bandingkan dengan media lain, kenali dan pelajari situs dan konten palsu, hindari website yang mencurigakan dan jangan langsung membagi berita dan periksa artikel hoax, karena ada beberapa artikel hoax sudah dapat dibuktikan ketidakbenarannya.

    Pada akhir kegiatan sosialisasi tersebut, Kasi Pengelolaan Informasi Publik, Ishak selaku narasumber mengajak kepada siswa-siswi SD Negeri 02 Sanggau untuk berjanji menggunakan internet secara sehat, tidak update status yang berlebihan, tidak mengupload foto pribadi, serta tidak membuat dan menyebar berita bohong (hoax). (Kominfo)

    KOMENTAR