CONNECT WITH US
  • Paradje sebagai Cagar Budaya tak Benda

    Bagikan:
    Bupati Sanggau Paolus Hadi tutup Festival Budaya Paradje'
    Sanggau (Suara Sanggau) -Bupati Sanggau, Paolus Hadi, Sabtu (21/9/2019) malam menutup kegiatan Festival Budaya Paradje’ Pasaka Negeri XI 2019 yang dipusatkan di Halaman Keraton Surya Negara Sanggau.

    Penutupan ditandai dengan pemukulan Gong sebanyak 5 kali pertandai kegiatan Paradje selesai.

    Dalam sambutannya pada penutupan itu Paolus Hadi mengaku senang bisa hadir pada acara malam penutupan ini  sehingga bisa bertemu bersama masyarakat dan saudara kita dari negeri jiran Malaysia,yang berkenan pada malam ini.

    " Paradje’ Pasaka Negeri ini merupakan festival yang kesebelas kalinya digelar dan sudah menjadi bagian agenda rutin Pemerintah Kabupaten Sanggau,yang selalu dinantikan warga,"ujatnya.

    Kegiatan Festival Paradje’ Pasaka Negeri ini sudah di SK kan sebagai sebuah cagar budaya tak benda, oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia sebagai sebuah Cagar budaya tak benda.

    "Sedangkan Keraton merupakan cagar budaya benda. Perlu disampaikan bahwa tidak gampang untuk mengurus ini, agar bisa di akui sebagai sebuah Cagar budaya, tidak mudah ,karena harus didukung dengan sejarahnya, supaya bisa diakui sebagai sebuah cagar budaya,” ujarnya.

    Sebagai Bupati Sanggau, dia mengucapkan,terimakasih kepada Pengeran Ratu Surya Negara dan MABM yang tetap mendukung Pemerintah Kabupaten Sanggau dalam hal ini dari Dinas Pendidikan dan Lebudayaan Kabupaten Sanggau dalam melaksanakan Festival Paradje’ Pasaka Negeri ini.

    Ia juga berpesan,  Festival Budaya Paradje Pasaka Negeri untuk terus dikembangkan, supaya semakin dikenal oleh masyarakat luas bahkan di Negara Tetangga kita Malaysia.

    "Saya minta tempat ini,harus bisa menjadi pusat kebudayaan Melayu dan pusat kebudayaan Islamnya. Karena mengingat disinilah tempat sejarahnya, apabila ketika orang luar ingin mengetahui sejarah budaya Melayu dan kebudayaan Islam di Kabupaten Sanggau, maka disinilah tempatnya,bahkan daerah pinggiran sungai ini seperti yang dikatakan Wakil Gubernur pada pembukaan akan dijadikan whater front dan semoga ini terealisasi,"ungkapnya.

    Pihak Panitia juga mengundang seniman dari Malaysia yang tergabung dalam club Peminat P.Ramlee (KPPRS) yang diketuai Datok DR.Andi Balik Zaman Tuah.

    Dia merasa bersyukur dan mengucapkan terimakasih  atas undangan dan sambutan yang cukup mengharukan dan selalu kite kenang kegiatan ini,sehingga kita bisa menjalin hubungan silahturrahmi atas serumpun, serantau dan sebangsa.

    "Perlu diketahui bahwa anggota Kelab P. Ramlee Sarawak Malaysia dari berusia 58 tahun keatas dan yang tertua berusia 83 tahun,” ucap Datok Dr.Adi Balik Zaman Tuah.

    Hadir pada malam penutupan itu, mendampingi Bupati,Pangeran Ratu Surya Negara Sanggau Drs.H.Gusti Arman, M.Si beserta Ibu Suri serta Kaum Kerabat Keraton Surya Negara Sanggau, Dandim 1204/Sanggau, Letkol Inf.Gede Setiawan, Waka Polres Sanggau, Kompol Damianus, S.Ik, MH, Kepala Pengadilan Negeri Sanggau, Arief Budiono, SH, MH, Kepala Kejari Sanggau.

    Pada malam itu itu juga ketua panitia
    H.Burhanuddin, SH, MH yang juga selaku Sekwan DPRD kab.Sanggau  , mengumumkan sekaligus menyerahkan hadiah kepada pemenang perlombaan yang dipertandingkan (Hermansyah)
    KOMENTAR