-->

Wakil Bupati Sanggau Buka Sosialisasi Penyelenggaraan Satu Data Indonesia

Editor: suarasanggau.co.id author photo
Sanggau (Suara Sanggau) -Wakil Bupati Sanggau Yohanes Ontot mengatakan, data dan informasi sangat penting dalam kehidupan kita secara Pribadi maupun Bernegara.

Makanya perlu diatur pemanfatan data ,sehingga Pemerintah menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia.

Hal itu dikatakan wakil Bupati,dalam sambutanya ketika membuka sosialisasi prinsip Satu Data Indonesia (SDI), peran dan fungsi Wali Data serta Produsen Data di Kabupaten Sanggau, Kamis 12/12/pagi  di Aula Hotel Meldy.Sanggau 

Ditambahkannya,Dari data yang ditampilkan itu akan diperoleh data yang akurat, mutakhir, terpadu, dapat dipertanggungjawabkan, mudah diakses dan dibagi pakaikan, maka diperlukan perbaikan tata kelola data yang dihasilkan oleh Pemerintah katanya.Melalui penyelenggaraan Satu Data Indonesia mulai dari Daerah sampai ke Pusat.

Peran Statistik Sektoral Kabupaten Sanggau lanjutnya,sangat strategis, untuk mewujudkan hal tersebut sehingga mewujudkan kepercayaan masyarakat kepada Pemerintah karena mampu menyediakan data dan informasi yang akurat. Maka kita harus merubah minset/pola pikir, segera menyesuaikan diri untuk terbiasa bekerja berdasarkan data, menyediakan data-data yang benar, baik secara manual maupun berbasis elektronik.

Yohanes Ontot, juga  mengucapkan selamat Kepada Dinas Kominfo yang telah melaksanakan kegiatan sosialisasi, kepada Narasumber silakan memberikan materi dan kepada para peserta yang mengikuti sosialisasi agar serius mengikuti sosialisasi tersebut sampai selesai sehingga nantinya menjadi modal dalam melaksanakan pekerjaan sesuai tugas dan fungsinya, pesan Wakil bupati.

Mengawali sambutan Yohanes Ontot 
Kadis Kominfo Ir. Yulia Theresia dalam laporannya mengatakan latar belakang kegiatan adalah : Pertama, adanya Perpres No.39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia, dimana semua OPD mempunyai tugas atau kewajiban menjadi Produsen Data (yang menghasilkan kompilasi produk administrasi). Kedua, Kominfo adalah Sebagai Wali Data. Ketiga, Semenjak Kominfo berdiri sendiri melaksanakan urusan statistik daerah (dulu di Bappeda) sesuai Amanat UUD No. 32 Tahun 2014 urusan ini melekat di Kominfo. Kemudian, adanya target Pemerintah untuk mewujudkan Satu Data Indonesia, Portal Satu Data Indonesia.
Dikatakan Yulia Theresia adapun Maksud dari kegiatan ini adalahuntuk menyamakan persepsi/pengertian tentang Statistik Daerah, memahami prinsip SDI, peran/fungsi sebagai Produsen Data dan Wali data, dengan tujuan agar sebagai produsen data dan wali dapat berperan sebagai ujung tombak dalam mengelola data dan mewujudkan Satu Data Pemkab. Sanggau katanya.
Peserta yang terlibat dalam kegiatan ini katanya semua kepala OPD dan Camat, peserta pengelola data pada OPD dan kecamatan jumlah   86 orang te4masuk undangan.
Narasumber berasal dari Badan Pusat Statistik Provinsi Kalbar dan Kabupaten Sanggau. Target Kinerja, OPD dan Kecamatan dapat melaksanakan tugas dan fungsinya untuk memperkuat Basis Data. 
Kita harapkan kedepannya,kita dapat menyelenggara Forum Satu Data, Dapat mewujudkan Portal SDI tahun 2020 dan tersedianya data dan informasi untuk SIPD dan SPBE.

Sementara Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalbar Ir. Pitono, MAP dalam sambutannya mengatakan bahwa tahun 2020 melaksanakan sensus penduduk tahun 2020 pelaksanaan sensus penduduk berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Sensus kali ini menggunakan metode kombinasi, kalau dulu door to door (rumah ke rumah), sekarang kita menggunakan data dasar dari Adminduk (Dukcapil).

BPS harus mengikuti perkembangan teknologi dan informasi, caranya menggunakan internet namanya SPO (Sensus Penduduk Online) dan SPW (Sensus Penduduk Wawancara). DWP juga akan dibagi dua yaitu menggunakan komputer dan kuisioner. SPO akan dimulai pada bulan Februari 2020 s.d Maret 2020. Sebelum itu dilakukan, maka akan dilaksanakan Rapat Koordinasi yang direncanakan minggu ke-3 bulan Januari sampai dengan minggu ke-2 Bulan Februari tahun 2020. Hal itu dilaksanakan dengan maksud agar Kepala Desa tahu dan bisa mencoba langsung sensus online. Kemudian sensus yang door to door akan dilaksanakan di bulan Juni dan Juli

Penulis  :  Sukardi Kominfo
Editor     :  Hermansyah












Share:
Komentar

Berita Terkini