-->

Imigrasi Pontianak Akan Membuka ULP

Editor: suarasanggau.co.id author photo
   Humas Imigrasi Klas 1 Pontianak
                       Jefferson
Sanggau.(SuaraSanggau)
Dalam hitungan sehari, Imigrasi Kelas I Pontianak melayani kuota antrian pembuatan paspor sebanyak 270 buku.

Untuk itu Imigrasi Pontianak akan membuka layanan Unit Layanan Paspor (ULP) atau Unit Kerja Kantor (UKK) yang merupakan cabang kantor imigrasi kelas I TPI Pontianak di Kabupaten Mempawah yang merupakan salah satu wilayah kerja Kantor Imigrasi kelas I TPI Pontianak.

Pembuatan paspor tersebut dari 270, sebanyak 60 buah dengan kriteria lansia, balita, difabel dan penjemputan pasien di rumah sakit tanpa antrian untuk tamu VIP.
Humas Imigrasi Kelas I Pontianak 1 Jefferson mengatakan sepanjang 2019 kedatangan warga negara Malaysia yang paling banyak mengunjungi Kalimantan Barat terutama di empat kawasan yaitu Kota Pontianak, Kabupaten Kuburaya, Kabupaten Mempawah dan Kabupaten Landak.
"Untuk kedatangan atau perlintasan warga negara asing ke Kalbar, warga Malaysia yang terbanyak yaitu mencapai 11.743 orang sementara China 3.431 orang, Vietnam 1284 orang, Filiphina 609 dan Taiwan sebanyak 502 orang sepanjang 2019," ungkap Thomas kepada suarakalbar diruang kerjanya, Selasa (21/1/2020) kemarin.

Dijelaskannya untuk kedatangan, warga negara Indonesia ke Kalbar termasuk tinggi yaitu mencapai 85.579 orang dan keberangkatan WNI ke luar negeri mencapai 84.364 orang.
"Kalau untuk WNA yang datang ke Kalbar mencapai 23.604 orang dan yang berangkat dari Kalbar menuju luar negeri sebanyak 22.566 orang," jelasnya.

Menurutnya untuk lima negara pemohon ijin tinggal terbanyak, China memiliki jumlah terbanyak mencapai 196 orang.
"Negara China termasuk negara pemohon ijin tinggal terbanyak sementara Korea Selatan sebanyak 95 orang, Taiwan 92 orang, Malaysia 78 orang dan India 67 orang. Kesemuanya dengan maksud dan tujuan kedatangan bekerja, wisata, keluarga dan sosial," paparnya.

Thomas menambahkan sementara untuk jumlah penolakan kedatangan orang asing ke Kalbar sepanjang 2019 untuk Malaysia hanya 1 orang karena masuk cekal sementara Bangladesh sebanyak 7 orang dikarenakan tak memiliki biaya hidup dan tujuan yang jelas," pungkasnya

Penulis. :  Tim
Editor.    :  Hermansyah
Share:
Komentar

Berita Terkini