-->

Tujuh Belas Perusahaan di Sekadau Kena Denda,Selesai Tidak Tepat Waktu

Editor: suarasanggau.co.id author photo
Salah satu proyek yang kena denda karena terlambat pengerjaannya

Sekadau (Suara Sanggau) - Lantaran tidak menyelesaikan pekarjaannya tepat waktu, sesuai kontrak, 17 perusahaan di Sekadau dikenakan Sangsi atau denda.

Pekerjaan yang tidak  selesai itu  tersebar di tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Nanga Mahap, Nanga Taman dan Sekadau Hilir, empat paket  PL, dan 13 paket lelang.
Hal itu,dikatakan Kepala Dinas PUPR Kabupaten Sekadau, Achmad
Suryadi diruang karjanya Senin (20/1/2020).

Dijelaskannya, tahun anggaran 2019 kemaren,ada 600 paket pekerjaan di Dinas PUPR Sekadau, ke 17 paket bermasalah, karena tidak selesai tepat waktu ,dan akan kita dilanjutkan pada awal tahun 2020 ini,” ujar Achmad Suryadi

Dikatakannya,tidak terselesaikannya pekerjaan itu, banyak faktor yang  penyebabnya, diantaranya faktor cuaca atau banjir seperti banjir bandang yang melanda daerah itu beberapa waktu lalu.

Dinas PUPR Kabupaten Sekadau Lanjutnya,tidak serta merta memutus pekerjan,meskipun tidak selesai tapi kita kaji kembali apa akar masalahnya, karena dalam Perpres Nomor 16 Tahun 2018, diperbolehkan memperpanjang masa pengerjaan dengan catatan kontraktor akan di sanksi denda, keterlambatan kepada penyedia dan perpanjangan jaminan pelaksanaan pekerjaan.

Dengan adanya kebijakan denda tersebut, kata Suryadi, agar kedepan ada pembelajaran bagi kontraktor launnya untuk bekerja lebih baik danmenyelesaikannya tepat waktu.
Dari 17 paket itu 10 diantaranya sudah selesai dan 7 tinggal finishing.

Mereka yang bermasalah tersebut,langsung menyeyorkannya sendiri ke Bank,besarnya berfariasi
ada yang sampai ratusan juta rupiah 
namun sayang,ia tidak menjelaskan secara rinci  berapa total yang diperoleh dari sangsi,yang ia berikan kepada kontraktor.


Penulis  : Tambong Sudiyono
Editor     :   Hermansyah

Share:
Komentar

Berita Terkini