-->

Kemenkes RI Siagakan 4 Kawasan di Kalbar Terkait Corona, Ini Penjelasan Kadinkes

Editor: suarasanggau.co.id author photo


Kadinkes Kalbar dr Harisson
Pontianak (Suara Sanggau) - Penyebaran Virus Corona hingga saat ini masih terus menghantui masyarakat dunia.

Penyakit mematikan berasal dari negara Tiongkok itu menyebar hingga ke beberapa negara. Meski Indonesia masih dalam status aman namun Pemerintah Indonesia menyatakan kewaspadaaannya terutama kepada masyarakat yang akan dan hendak ke negara yang terjangkit virus corona itu.

Kementrian Kesehatan RI melalui Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji mengeluarkan ketetapan kawasan waspada n-Corona.
"19 kawasan waspada Corona menjadi perhatian dan Kalbar dikarenakan 3 kawasan yang ditetapkan merupakan kawasan perbatasan," ungkap Bang Midji melalui Instagram pribadi yang ia unggah sekitar satu jam lalu.

Menurutnya agar masyarakat menjadi waspada dan harus menjadi bagian dari antisipasi terkait hal tersebut.
"Pontianak ibukota Provinsi dengan Bandara Internasional dan 3 border resmi Entikong Sanggau, Aruk Sambas, Badau Kapuas Hulu, ada juga Jasa Sintang dan Jagoi Bengkayang. Semua daerah ini tetap waspada dan terus perketat lalu lintas orang. Lebih baik waspada dan antisipasi yang tinggi dibanding kita kecolongan," paparnya.

Sementara Kepala Dinas Provinsi Kalbar Harisson mengatakan bahwa seluruh daerah saat ini siaga corona.
"Walaupun disitu ada empat kota yang merupakan kawasan di Kalbar tetapi kita semua tetap harus siaga tidak hanya di kota itu saja namun semua kota dan Kabupaten di Kalbar," ungkapnya kepada suarakalbar, Sabtu (29/2/2020).

Harisson menjelaskan jika Dinas kesehatan provinsi terus berkoordinasi dengan kabupaten kota untuk terus waspada dan siaga akan corona.
"Semua itu sudah waspada siap siaga dan jika ada pasien yang terindikasi corona akan dalam pengawasan dan kita rawat. Kalau memang dia positif akan di isolasi di obati sampai sembuh," tuturnya.

Dinas kesehatan ditambahkan mantan Kadinkes Kapuas Hulu ini juga telah menyurati semua kabupaten kota untuk siaga.
"Petugas kesehatan siaga dan masyarakat tidak perlu panik tapi memang harus waspada," cetusnya.

Harisson memberikan tips kepada masyarakat untuk selalu mencuci tangan terutama sebelum menyentuh muka. "Dalam penelitian setiap orang menyentuh muka sehari dalam satu jam bisa 23 kali itu harus hati-hati. Harus cuci tangan pakai sabun dibawah air mengalir," pungkasnya.


Penulis  : Dina Wardoyo
Editor    : Hermansyah
Share:
Komentar

Berita Terkini