-->

Ribuan Warga Menjadi Korban Dugaan Penipuan Oknum Pimpinan Koperasi KSM

Editor: suarasanggau.co.id author photo


Kapolres Kayong Utara AKBP Asep I Rosadi saat memberikan pengarahan terhadap warga yang menjadi korban dugaan penipuan uang nasabah oleh Direktur Koperasi Syariah Khatulistiwa Surya Mandiri (KSM) di Gedung Muara Karya Desa Teluk Batang Kecamatan Teluk Batang Kabupaten Kayong Utara, Sabtu (1/2/2020).

Kayong Utara  (Suara Sanggau)- Polres Kayong Utara mengamankan Direktur Koperasi Syariah Khatulistiwa Surya Mandiri (KSM), lantaran diduga melakukan penggelapan dana ribuan nasabah.

“Memang telah terjadi dugaan kasus unsur penggelapan yang dilakujan direktur Koperasi Syariah KSM,” ujar Kapolres Kayomg Utara, AKBP Asep I Rosadi.

Dia mengatakan ada sebuah Koperasi Syariah yang bernama KSM, satu diantaranya  beroperasi di Teluk Melanau, Simpang Hilir, Kabupaten Kayong Utara.

“Mungkin mengalami  salah manajemen, atau mungkin memang niat dari Direkturnya untuk mengambil keuntungan dari dana yang dikumpulkan oleh anggota koperasi atau nasabah,” katanya.

Menurutnya ketika diketahui akan terjadi masalah,  masyarakat berbondong-bondong mau mengambil dana yang sudah disetorkan, yaitu simpanan wajib atau simpanan pokok, yang rata-rata minimal Rp 1,5 juta dengan jumlah anggota kurang lebih sekitar seribuan orang.

"Ada sekitar 800 juta uang nasabah yang sudah masuk dan diputar kepada beberapa unit dari KSM. Di Kabupaten Kayong Utara ada 15 unit dan ini merupakan cabang dari KSM yang ada di Kabupaten Ketapang," ujarnya.

Kapolres mengungkapkan masyarakat meminta dana yang sudah mereka setor untuk dikembalikan, namun pihak Koperasi tidak bisa menyanggupinya. “Inilah yang membuat masyarakat tidak percaya, dan berbondong-bondong mendatangi kantor KSM yang berada di Desa Medan Jaya, Kecamatan Simpang Hilir,” ujarnya.

Asep I Rosadi mengatakan  pada  Selasa (28/01/2020) pihak Polres Kayong Utara bergerak cepat mengamankan direktur atau kepala koperasi, guna diperiksa,  dan pada Kamis (30/1/2020) sudah ada beberapa masyarakat yang melaporkan.

"Polres Kayong Utara akan melihat, apakah yang bersangkutan sudah bisa ditetapkan sebagai tersangka atau belum,” katanya.

Jika terbukti ada praktek penipuan atau penggelapan uang anggota koperasi ataupun nasabah, kata Asep I Rosadi maka akan dilakukan tindakan-tindakan lebih lanjut.

“Unsur pidananya kita usut, kemudian kita akan lacak kemana saja dana yang tersimpan ini, dilarikan. Kita akan melacak aliran dana dari seluruh nomor rekening yang dimiliki, serta memeriksa seluruh orang yang berkaitan dengan yang bersangkutan, termasuk juga masyarakat yang menjadi korban," tegasnya.

Dalam rangka terjadinya tindakan-tindakan lebih jauh yang tidak diinginkan, Polres Kayong Utara melakukan tindakan preventif dengan menggelar rapat bersama masyarakat di Desa-Desa yang mengalami penipuan tersebut.

Rapat tersebut juga menghadirkan pihak Disperindagkop dari Kabupaten Kayong Utara dan Camat Simpang Hilir.

"Masyarakat agar menjaga ketenangan, percayakan kepada kami , Insya Allah jika kami bisa melacak keberadaan dana tersebut dan dikumpulkan semua, akan menjadi solusi bagi semua masyarakat atau nasabah," katanya.

Dia mengatakan pihak pemerintah daerah, dalam hal ini Bupati dan Wakil Bupati Kayong Utara juga sudah berpesan agar segera menuntaskan persoalan ini, karena Koperasi KSM ini mengatasnamakan agama, yakni adanya kata-kata syariah.

"Masyarakat terkesima dengan kata-kata syariah, kemudian terbujuk dengan bunga yang rendah, 3 hingga 4 persen, juga hadiah-hadiah dan kemudahan lainnya, padahal prakteknya tidak demikian. Hingga saat ini pihak Polres masih melakukan pengusutan lebih mendalam kasus ini," katanya.

Sumber   : Suara Kalbar

Editor      : Hermansyah

Share:
Komentar

Berita Terkini