CONNECT WITH US
  • Koordinator KSKB se-Jatim Sesalkan Rencana Pemkab Mempawah Karantina Santri

    Bagikan:


    Para santri yang pulang dari Jawa Timur dilakukan pencegakan petugas baik di bandara dan pelabuhan 

    Pontianak (Suara Kalbar)- Koordinator kepulangan santri Kalimantan Barat (KSKB) se- Jawa Timur, Mashudi menyesalkan rencana Pemerintah Kabupaten Mampawah yang akan mengkarantina santri yang sudah maupun yang akan pulang dalam waktu dekat.

    "Saya sudah membaca di salah satu pemberitaan online, bahwa Pemerintah Kabupaten Mampawah akan mengkarantina santri yang pulang dari Pesantren Jawa selama 14 hari atau tidak boleh langsung pulang kerumah," ujar Koordinator Kepulangan Santri Kalbar, Mashudi, Minggu (5/4/2020).

    Rencana itu sangat meresahkan wali santri, kata Mashudi, sebaiknya, hal itu tidak perlu lagi dilakukan, karena kepulangan santri sudah sesuai prosedur kesehatan yang ada.

    "Keinginan Pemkab Mampawah itu meresahkan wali santri, saya pikir tidak perlu lagi ada dikarantina, Karena kepulangan santri sudah sesuai SOP yang ada" jelasnya.

    Mashudi yang juga mantan ketua Ikatan Santri Kalimantan Barat (ISKAB) 2014-2016 itu mengatakan menghormati niat baik Pemerintah Kabupaten Mampawah.

    “Akan tetapi perlu diketahui santri yang pulang dari Pesantren Jawa sudah dibekali Kartu kuning dari pihak kesehatan yang ada di Bandara maupun Pelabuhan, artinya, santri yang pulang dalam keadaan sehat semua,” katanya.

    Dia menambahkan, kalaupun santri ini harus dikarantina, sebaiknya dikarantina di rumah masing-masing saja dan dipantau kondisi kesehatannya oleh pihak kesehatan terdekat seperti Pukesmas.

    "Pihak kesehatan yang ada di Bandara dan Pelabuhan sudah menganjurkan untuk langsung melapor kepada RT setempat dan memeriksakan diri kepada rumah sakit setempat. Hal ini sudah dilakukan oleh para santri dan hasilnya baik-baik saja" katanya.

    Apa lagi Satuan Tugas (Satgas) Kalbar peduli Covid 19 sudah melakukan antisipasi dan pencegahan corona terhadap santri saat pemulangan santri pada Sabtu (4/4/2020).

    "Santri sudah disemprotkan disinfektan dan dibagikan masker oleh Satgas NU Kalbar di Bandara dan Pelabuhan. Artinya pencegahan Covid 19 itu benar-benar sudah dilakukan terhadap santri," katanya.
    Menurutnya, keinginan Pemkab Mampawah itu sudah terlambat, lantaran 90 persen santri sudah berada di Rumah masing-masing.

    Penulis   : Lutfi Maulana
    Editor     : Hendra

    KOMENTAR